Minggu, 07 April 2013

Disorder

Sengaja aku menulis entri baru ini dengan judul DISORDER , jika diistilahkan itu 
Jangan takut dulu...
hehehe :p
Entri ini adalah bagian kelanjutan dari entri Psikologi yang sudah kukatakan di salah satu paragraf entri tersebut :)

Seiring berjalannya waktu sampai sekarang, aku menyadari bahwa (sepertinya loh) aku mempunyai disorder ,  tapiii ... masih taraf normal kok, masih bisa ditangani kok, tidak sampai mengganggu fungsi sosial dan kognitifku. Tenang saja yah, hehehe :D 
Ck. Ilmu belum sampai untuk menganalisa masalahku sendiri T_T , karena belum belajar dan memang belum dapat mata kuliahnya --__--

Tapi ini yang kurasakan, diriku seperti tidak ada kapok-kapoknya menyukai laki-laki, even hanya bertahan beberapa minggu ! Aneh yah? 
Setiap ada laki-laki yang bbm-an yang berkisar 1-2 minggu dan frekuensinya hampir setiap hari, dan entah kenapa pada minggu-minggu berikut setelah 2 minggu pertama, laki-laki itu suka 'menghilang' alias jarang bbm-an lagi. Yah aku sadar kali juga mungkin dia lagi banyak tugas, tapiii.... kenapa lama sekali tidak ber-bbman ria, seperti sengaja menghilang dari pandanganku . hiks. (pengakuan)

Melihat pengalaman yang sudah kualami, aku menyimpulkan, aku mudah suka terhadap laki-laki 
--__-- 
Apa yah yang melatarbelakangi hal ini di masa kecilku dulu?? Kenapa masa kecil? Berhubung karena baru belajar psikologi perkembangan, dan sempat membahas kasus di mana bayi yang menangis lalu dicuekkan oleh caregiver nya, itu akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bayi itu sendiri, di mana bayi itu ketika bertumbuh besar, akan memiliki rasa tidak aman dan merasa tidak dibutuhkan.

Karena itu, aku berpikir dengan mudahnya aku suka terhadap laki-laki yang care, sering bbm-an hanya berdasarkan intensitas dan frekuensi yang cukup sering, yang ujung-ujungnya sering bertepuk sebelah tangan, dan ketika aku mendapat laki-laki baru, seperti tidak ada kapoknya mengulangi rasa sakit akibat bertepuk sebelah tangan itu, termasuk kepada sahabatku sendiri! Namun setelah aku mengatakan perasaanku kepada sahabatku, hubungan kami masih tetap seperti biasa, dan syukurlah dia menghargai perasaanku, setelah kuungkapkan perasaanku, yah memang masih ada sedikit rasa suka, namun sudah mulai biasa. Dia ini sekarang kuliah di Australia, kami masih sering berkomunikasi dan aku juga sudah tahu siapa yang dia sukai. Walau beda negara, kami masih tetap berkomunikasi dan perasaanku ke dia sudah sebagai sahabat, tidak lebih :) 

Dan aku menganalisa, pasti semua ini ada kaitannya dengan perkembangan emosiku setelah aku berusia 1 tahun.( kalau bukan dari masa kecilku , dari mana lagi penyebab aku bisa begini? hhhh) Atau aku masih membutuhkan kasih sayang laki-laki? Kasih sayang ayah memang tidak cukup? Cukup, tapi aku ingin kasih sayang dari seorang laki-laki yang mencintaiku apa adanya yang juga adalah pasangan hidup nantinya. Sepertinya ini adalah hal umum yang banyak dialami oleh perempuan-perempuan, selalu haus akan kasih sayang (nb: sedang fase puber, maupun perempuan dewasa muda-madya). Tapi kupikir, laki-laki juga membutuhkan hal yang sama walaupun tidak se-implisit perasaan perempuan.

Ketika sudah cukup sering mengalami hal itu, dan ada sosok laki-laki yang menarik, aku berkata kepada diriku sendiri : "Grace, mungkin aja dia udah punya cewe lain, jangan banyak berharap", "Grace, dia cuma nganggap lu sebagai teman, TIDAK LEBIH." ,"Dia cuman nganggap lo sebagai adeknya". Tapi yah dasar diriku sebagai perempuan, pikiranku 'bergerak' lebih cepat, seringkali aku mendapati diriku berkhayal dengan laki-laki yang sedang dekat itu dan kurasa aku sedikit suka dengannya, ketika aku menyadari hal itu, sering kukatakan pada diriku sendiri "Astaga, ngapain lo mikir dia, dia kan sudah bla bla bla.... " (tak kutulis di sini karena banyak #malas. hahaha  =p). Dan aku pun bisa kembali ke dunia nyata, tapi tetap saja , cara yang paling ampuh untuk tidak memikirkan laki-laki itu, ya dengan menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan apapun. Namun ketika senggang, sering sekali terpikir tentang dia. hikss lagi ....

Dan dari hal itulah aku belajar untuk tidak menyukai laki-laki dengan cepat.(Laki-laki ini sering kubayangkan yang akan menjadi pasangan hidupku sampai ajal menjelang #lebay, hahahaha XD ) Sudah cukup aku jatuh di lubang yang sama dan tidak jera lagi. --__-- Kelihatannya sulit, namun aku yakin bisa, dengan memaksa berpikir secara rasional. Id-ku nampaknya sudah terlalu sering jadi 'jagoan', kali ini aku tidak akan mmbiarkan Id menang atas diriku, Id-ku harus kalah dengan logikaku !!!!

Sekian self-analysis dariku, mungkin menurut anda, refleksi ini belum selesai, ya kuakui memang belum selesai seutuhnya karena diriku belum belajar dan belum mengetahui apa ilmu yang tepat utuk menjelaskan hal ini. Namun setidaknya aku sudah lega untuk mengungkapkan hal ini, sebagai pengingat atas diriku sendiri dan juga, anda bisa mengambil sesuatu yang bisa anda simpulkan dari blog ini.. 
:)

Setiap orang itu punya kecenderungan mempunyai 'disorder' di dalam dirinya sendiri, baik mau yang 'disorder' yang masih dalam taraf kewajaran ataupun tidak.

Mungkin entri Disorder dan Psikologi adalah entri terpanjang yang anda temui di blogku 
:)

Sekian dan terima kasih :D 

Sabtu, 06 April 2013

Psikologi


Ada yang ingin kuutarakan apa yang ada di benakku, namun aku tidak bisa mengeluarkan saat ini juga. Mengapa? Ya, karena aku masih memikirkan bagaimana respon orang ketika membaca blogku.


Ck. ternyata aku masih memikirkan apa kata orang jika mereka membaca blogku :(
Tapi, akhirnya aku memutuskan untuk cuek saja apa kata mereka, jika mereka memberi saran atau kritik, akan kuterima dengan hati yang lapang :)

Psikologi. Itu adalah judul entri blog ini. Mengapa aku mebuat dengan judul seperti itu? Karena semua ini berkat psikologi, baik fakultas tempatku belajar, teman-temanku serta dosen dosen yang saling men-support  diriku (walau tidak semua, hehe :p )



Banyak hal yang terjadi ketika aku sedang menjalani semester 2 jurusan psikologi di Unika Atma Jaya. Kadang aku berpikir "gue salah jurusan enggak yah?",  dan ternyata, aku merasa jurusan ini memang sudah tepat untuk diriku.

Aku terkadang membawa semua keraguan di dalam benak hati maupun pikiran, ragu apakah diriku mampu melalui semua ini? Apakah aku mampu survive hingga akhir? Meski studiku belum selesai, namun dengan lewatnya semester 1, menandakan aku mampu melalui semua ini, menandakan bahwa diriku memang mampu, dan itu membutuhkan effort yang luar biasa keras dibandingkan mahasiswa lain, karena diriku mempunyai kekurangan, aku tidak bisa mendengar. Ya, aku memang tidak bisa mendengar sejak lahir dan aku mengenakan alat bantu dengar, walau tidak 100% suara di luar telinga itu tertangkap, setidaknya membantu diriku, meski terkadang ada beberapa kata yang hilang.

Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, tempat terjadinya banyak cerita di dalam diriku. Di dalam fakultas itulah aku mulai mengetahui bagaimana diriku sedikit demi sedikit. Namun terkadang tidak semua hal yang mulai kusadari itu ada solusi pada saat itu juga. (hiks T_T) . Untuk hal yang berkaitan dengan fakultas psikologi, akan kuceritakan di entri berikutnya karena panjang sekali hehehe ^_^

Selain di dalam jenjang fakultas, aku juga merasa di jenjang universitas pun juga turut memberikan kontribusi terhadap diriku. Mengapa? Karena dengan mulai aktifnya diriku di organisasi, aku menjadi tahu bagaimana tim panitia itu bekerja dalam sebuah acara yang ditelurkan (emangnya ayam? hahaha #okedeh serius lagi :P ) oleh UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa) itu sendiri. Aku pun sekarang tergabung dalam tim panitia, suka duka pun kurasakan. Sukanya : semua dijalanin bersama-sama. Dukanya? Kalau rapat , dan pada hari itu ada kelas, jedanya suka lamaaaaaaaa sekaliiii untuk menunggu mulainya rapat, juga sering pulang malam. Tapi walaupun begitu, aku justru ingin ikut lagi walau orang tua sebetulnya tidak terlalu suka diriku pulang malam karena rapat. Mau bagaimana lagi? Sudah konsekuensinya (-_-)

Banyak hal yang bisa kudapatkan, selain menambah teman, menambah ilmu juga dan belajar mengatur waktu serta memprioritaskan mana kegiatan yang akan diikuti. Terasa sekali perbedaan organisasi di kampus dengan organisasi di sekolah. Kalau kegiatan organisasi di kampus itu lebih nyata strukturnya dibandingkan organisasi yang di sekolah (mungkin saja pernyataanku ini salah, karena aku memang tidak pernah ikut organisasi di sekolah kecuali ekstrakurikuler Tae Kwon Do yang kujalani semasa diriku SMA). UKM yang kuikuti ini bernama UPM (Unit Penelitian Mahasiswa) sudah mengeluarkan beberapa acara dan tim kepanitiaan di setiap acara itu sudah terbentuk, aku sengaja tidak mendaftar menjadi panitia pada acara yang ditelurkan oleh UPM, karena ingin mencoba mendaftar di acaranya Psikologi :)

ya dari tulisan inilah aku menyadari kalau AKU MAMPU!
YES I CAN DO IT! Yes I can passed all problems with the strength that Jesus Has Given for me :")
 

Selasa, 02 April 2013

Pencarian

Diriku yang masih bergejolak
Mencari apa yang menjadi kebutuhanku selama ini
Aku terus mencari, mencari dan mencari
Sering kuragu ketika sudah hampir mendapatkan 'jawaban' itu.

Dan sering terbukti jawaban itu terkadang tidak memuaskan diriku
Aku hanya merasa terombang-ambing dalam perjalanan-perjalanan hidup yang kulalui
Ketika aku sudah 'mendapatkan' jawaban itu...
Beberapa waktu kemudian, aku baru menyadari, kalau setelah waktu berjalan, 'jawaban' itu terkadang adalah sebuah pelarian

Ya, sebuah pelarian yang baru kusadari kini
Pelarian itu kadang dan sering meninggalkan bekas di hati...
Entah mau bekas yang menyenangkan maupun yang menyakitkan
Sebuah pelarian yang memberikan pengalaman dan pelajaran berharga...

aku tidak ingin jatuh ke dalam pelarian dalam bentuk apapun. 
Dan aku hanya ingin menyadari semuanya sebelum terlambat.