Jangan takut dulu...
hehehe :p
Entri ini adalah bagian kelanjutan dari entri Psikologi yang sudah kukatakan di salah satu paragraf entri tersebut :)
Seiring berjalannya waktu sampai sekarang, aku menyadari bahwa (sepertinya loh) aku mempunyai disorder , tapiii ... masih taraf normal kok, masih bisa ditangani kok, tidak sampai mengganggu fungsi sosial dan kognitifku. Tenang saja yah, hehehe :D
Ck. Ilmu belum sampai untuk menganalisa masalahku sendiri T_T , karena belum belajar dan memang belum dapat mata kuliahnya --__--
Tapi ini yang kurasakan, diriku seperti tidak ada kapok-kapoknya menyukai laki-laki, even hanya bertahan beberapa minggu ! Aneh yah?
Setiap ada laki-laki yang bbm-an yang berkisar 1-2 minggu dan frekuensinya hampir setiap hari, dan entah kenapa pada minggu-minggu berikut setelah 2 minggu pertama, laki-laki itu suka 'menghilang' alias jarang bbm-an lagi. Yah aku sadar kali juga mungkin dia lagi banyak tugas, tapiii.... kenapa lama sekali tidak ber-bbman ria, seperti sengaja menghilang dari pandanganku . hiks. (pengakuan)
Melihat pengalaman yang sudah kualami, aku menyimpulkan, aku mudah suka terhadap laki-laki
--__--
Apa yah yang melatarbelakangi hal ini di masa kecilku dulu?? Kenapa masa kecil? Berhubung karena baru belajar psikologi perkembangan, dan sempat membahas kasus di mana bayi yang menangis lalu dicuekkan oleh caregiver nya, itu akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bayi itu sendiri, di mana bayi itu ketika bertumbuh besar, akan memiliki rasa tidak aman dan merasa tidak dibutuhkan.
Karena itu, aku berpikir dengan mudahnya aku suka terhadap laki-laki yang care, sering bbm-an hanya berdasarkan intensitas dan frekuensi yang cukup sering, yang ujung-ujungnya sering bertepuk sebelah tangan, dan ketika aku mendapat laki-laki baru, seperti tidak ada kapoknya mengulangi rasa sakit akibat bertepuk sebelah tangan itu, termasuk kepada sahabatku sendiri! Namun setelah aku mengatakan perasaanku kepada sahabatku, hubungan kami masih tetap seperti biasa, dan syukurlah dia menghargai perasaanku, setelah kuungkapkan perasaanku, yah memang masih ada sedikit rasa suka, namun sudah mulai biasa. Dia ini sekarang kuliah di Australia, kami masih sering berkomunikasi dan aku juga sudah tahu siapa yang dia sukai. Walau beda negara, kami masih tetap berkomunikasi dan perasaanku ke dia sudah sebagai sahabat, tidak lebih :)
Dan aku menganalisa, pasti semua ini ada kaitannya dengan perkembangan emosiku setelah aku berusia 1 tahun.( kalau bukan dari masa kecilku , dari mana lagi penyebab aku bisa begini? hhhh) Atau aku masih membutuhkan kasih sayang laki-laki? Kasih sayang ayah memang tidak cukup? Cukup, tapi aku ingin kasih sayang dari seorang laki-laki yang mencintaiku apa adanya yang juga adalah pasangan hidup nantinya. Sepertinya ini adalah hal umum yang banyak dialami oleh perempuan-perempuan, selalu haus akan kasih sayang (nb: sedang fase puber, maupun perempuan dewasa muda-madya). Tapi kupikir, laki-laki juga membutuhkan hal yang sama walaupun tidak se-implisit perasaan perempuan.
Ketika sudah cukup sering mengalami hal itu, dan ada sosok laki-laki yang menarik, aku berkata kepada diriku sendiri : "Grace, mungkin aja dia udah punya cewe lain, jangan banyak berharap", "Grace, dia cuma nganggap lu sebagai teman, TIDAK LEBIH." ,"Dia cuman nganggap lo sebagai adeknya". Tapi yah dasar diriku sebagai perempuan, pikiranku 'bergerak' lebih cepat, seringkali aku mendapati diriku berkhayal dengan laki-laki yang sedang dekat itu dan kurasa aku sedikit suka dengannya, ketika aku menyadari hal itu, sering kukatakan pada diriku sendiri "Astaga, ngapain lo mikir dia, dia kan sudah bla bla bla.... " (tak kutulis di sini karena banyak #malas. hahaha =p). Dan aku pun bisa kembali ke dunia nyata, tapi tetap saja , cara yang paling ampuh untuk tidak memikirkan laki-laki itu, ya dengan menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan apapun. Namun ketika senggang, sering sekali terpikir tentang dia. hikss lagi ....
Dan dari hal itulah aku belajar untuk tidak menyukai laki-laki dengan cepat.(Laki-laki ini sering kubayangkan yang akan menjadi pasangan hidupku sampai ajal menjelang #lebay, hahahaha XD ) Sudah cukup aku jatuh di lubang yang sama dan tidak jera lagi. --__-- Kelihatannya sulit, namun aku yakin bisa, dengan memaksa berpikir secara rasional. Id-ku nampaknya sudah terlalu sering jadi 'jagoan', kali ini aku tidak akan mmbiarkan Id menang atas diriku, Id-ku harus kalah dengan logikaku !!!!
Sekian self-analysis dariku, mungkin menurut anda, refleksi ini belum selesai, ya kuakui memang belum selesai seutuhnya karena diriku belum belajar dan belum mengetahui apa ilmu yang tepat utuk menjelaskan hal ini. Namun setidaknya aku sudah lega untuk mengungkapkan hal ini, sebagai pengingat atas diriku sendiri dan juga, anda bisa mengambil sesuatu yang bisa anda simpulkan dari blog ini..
:)
Setiap orang itu punya kecenderungan mempunyai 'disorder' di dalam dirinya sendiri, baik mau yang 'disorder' yang masih dalam taraf kewajaran ataupun tidak.
Mungkin entri Disorder dan Psikologi adalah entri terpanjang yang anda temui di blogku
:)
Sekian dan terima kasih :D