Judul yang mengingatkan pada diri sendiri untuk tidak denial atau tidak menolak terhadap apa yang sedang terjadi sekarang ini, singkatnya mengakui fakta-fakta yang sebetulnya tidak ingin diperpanjang ataupun di bahas...
Tetapi semakin kita menolak fakta yang sedang terjadi, semakin susah untuk menerimanya.
Aku pun masih harus belajar untuk tidak denial .. I know, this is a little bit hard . Sungguh agak berat untuk mengakui bahwa kenyataan berbicara seperti itu. Dapatkah pembaca menangkap sebenarnya konten ini mengarah ke mana? Sebenarnya ini mengarah ke persoalan yang menyangkut dengan hal percintaan. Masih ada hubungan dengan posting-an "TERTAWAKANLAH KEBODOHAN ANDA" , Aku sebenarnya sih bersyukur karena aku tidak usah melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut. Tetapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa sebenarnya aku masih sedikit tidak rela dan mempunyai perasaan terhadapnya. Dan seorang teman pun berkata kepadaku, "jangan denial, tapi jangan kebablasan juga" . Aku pun bertanya maksudnya apa jangan kebablasan, dia berkata bahwa boleh saja menikmati perasaan masih suka itu tetapi jangan sampai logika dikuasai oleh perasaan. Dia pun menyarankan agar aku mencari kegiatan agar bisa move on sepenuhnya.
Itu baru di hal percintaan. Papa juga berbicara hal yang sama, namun ini bukan pada soal percintaan, melainkan terhadap kekuranganku. Bagi pembaca yang sudah membaca posting-posting ku sebelumnya, pasti sudah tahu. Namun tak ada salahnya kuberi tahu kembali, ya aku mempunyai kekurangan, aku adalah seorang gadis yang tunarungu. Tunarungu itu adalah ketidakberdayaan dalam hal pendengaran, maka aku harus memakai hearing-aid untuk membantuku berkomunikasi dengan satu sama lain. Papa mengatakan, "kamu jangan denial terhadap kekurangan yang kamu punya, akui saja, tetapi kamu juga harus memperbaiki diri kamu sendiri (maksud dari memperbaiki ini adalah mengembangkan potensi-potensi yang dipunyai dalam diri saya) "
2 kasus ini pun mengajarkan agar mengakui terhadap fakta yang berbicara, namun juga harus menyertakan perubahan-perubahan ataupun perbaikan pada diri sendiri.
Aku sudah mencoba, walau agak berat, tetapi sebetulnya ketika kita mengakui atau tidak denial terhadap diri sendiri, membawa suatu kenyamanan, kelegaan tersendiri dan juga lebih bisa terbuka serta menerima fakta yang ada.
Terima kasih Pa,
Terima kasih Ko A.R.R.
Sudah mengingatkanku dan kesediaan waktu untuk saling berbagi :)
Jumat, 11 Oktober 2013
Kamis, 10 Oktober 2013
TERTAWAKANLAH KEBODOHAN ANDA
Pembaca pasti bingung dengan judul ini... Alasan saya memilih judul ini adalah karena selagi masih hidup, kapan lagi bisa menertawakan kebodohan yang kubuat? Jadi aku juga tidak usah menyalahkan orang lain yang terlibat dalam kasus di mana saya mengulangi kesalahan yang sama. Menertawakan kebodohan sendiri dapat mengurangi kadar stress anda, trust me, because it's work on me :)
Jadi begini ceritanya...
Aku menyukai seseorang, dan aku menunggu , menunggu kapankah waktu yang tepat. Tapi, setelah kejadian yang kemarin baru saja kualami, dapat dikatakan bahwa menunggu itu adalah jalan yang paling tepat. Aku memang mempunyai rasa dengan dia, namun karena keraguan, dan ketidak yakinanku, maka aku hanya menunggu. Aku pun sering membayangkan dia.
Kemarin, setelah aku selesai menyelesaikan belajarku, iseng-iseng kubuka FB seseorang yang kusukai, kemudian aku men-scroll page FB ke bawah, dan.... hatiku mencelos mengetahui kenyataan... , selain itu, yang kurasakan adalah bahagia, sekaligus tidak rela. Bahagia karena aku tidak usah melanjutkan perasaan ini lagi, tidak rela karena ternyata dia sudah ada yang punya... dan sudah lumayan lama mereka menjadi pasangan :") Pada saat itulah aku menertawakan diriku sendiri, karena nyaris saja aku mengulangi kesalahan yang sama dan telah melakukan kebodohan yang selalu berulang. Kebodohan itu adalah aku menyukai seseorang, tapi tidak tahu latar belakangnya (sudah atau belum mempunyai pasangan). Bodoh sekali, aku dengan dia sudah berteman di FB sejak kapan, tahunya baru sekarang.... ckckck . Kebiasaan, melihat FB orang cuma asal lihat, tidak melihat secara detil. Dan announce tentang hubungan mereka pun sudah lama -_- . Oh stupid me!
Walau sekarang perasaan ini sudah menjadi biasa saja ( sebenarnya sih masih ada sedikit, tapi sudah tidak sebesar dulu.. Jujur sekali yak. hehe :p) tetap saja membutuhkan usaha lebih bahwa kami hanya berteman, berteman seakan-akan perasaan ini tidak pernah terjadi.
Tapi, dari sinilah aku juga berterima kasih padanya,
because of you, i still how to like and love someone
UTS UTS
Yeah... Selesai sudah UTS di semester 3.
Tapi, belum benar -benar selesai sih . T_T Hari Rabu ,16 Oktober 2013 barulah hari terakhir UTS... Kalau tidak mati lampu pada waktu itu, hari terakhir UTS itu adalah hari ini... Ada keuntungannya juga sih, karena mata kuliah yang diundur itu aku belum belajar dengan maksimal... hehehe :p
Jujur saja, semangatku tinggi ketika di awal semester 3, tetapi menjelang UTS, semangatku agak turun. Kemana semangatku ini?
Banyak faktor yang berperan dalam penurunan semangat ini.. termasuk faktor soal seseorang. (tidak akan dibahas di sini, nanti karangannya melebar kemana-mana dan tidak sesuai dengan judulnya lagi :p )
UTS di Semester 3 ini, sangatlah "CANTIK" , "CANTIK" dalam arti yang berlawanan . Kalau tidak mati lampu, mungkin aku sudah akan menyerah duluan, karena banyaknya bahan yang harus dipelajari, walaupun sudah dicicil pada hari- hari sebelumnya ( bayangkan, besoknya ujian 2 biji dan tidak ada jeda, ya tidak ada jeda kalau mengerjakannya tidak cepat. Karena sehabis UTS yang satu, dilanjutkan pula ke UTS yang lain...), dan juga bahan UTS di semester ini lebih mengarah ke hapalan, hitungannya ada, tetapi sedikit. Karena pada hari Senin mati lampu, maka beban berkurang sedikit... Tapi tetap saja nyesek. Dan juga jadwal ujiannya beruntun. Dijedain sehari atau dua hari boleh dong? capek nih kalau beruntun terus. Suatu kombinasi yang perfect jika UTS nya hapalan semua ... Rasanya mau meledak kepalaku #lebaydikitbolehkali. hahaha
Setelah UTS-UTS yang berlangsung pada minggu ini selesai, ada perasaan lega sekaligus menyesal. Menyesali cara belajarku yang tidak maksimal. Lega, tapi tidak terlalu lega, karena masih ada satu ujian yang tertunda... -_-
Aku berharap UTS ini akan terbantu dengan nilai tugas dan UAS , aku takut nilai dari hasil UTS ini malah akan membuat jatuh IP :( . Padahal targetku di semester 3 ini adalah menaikkan IP. Mempunyai target ini bagus, tapi sayangnya aku kurang memaksimalkan diriku, karena kemalasanku dan faktor lain tersebut :( . Ternyata aku masih belum bisa mengatasi diri sendiri.
Tapi, belum benar -benar selesai sih . T_T Hari Rabu ,16 Oktober 2013 barulah hari terakhir UTS... Kalau tidak mati lampu pada waktu itu, hari terakhir UTS itu adalah hari ini... Ada keuntungannya juga sih, karena mata kuliah yang diundur itu aku belum belajar dengan maksimal... hehehe :p
Jujur saja, semangatku tinggi ketika di awal semester 3, tetapi menjelang UTS, semangatku agak turun. Kemana semangatku ini?
Banyak faktor yang berperan dalam penurunan semangat ini.. termasuk faktor soal seseorang. (tidak akan dibahas di sini, nanti karangannya melebar kemana-mana dan tidak sesuai dengan judulnya lagi :p )
UTS di Semester 3 ini, sangatlah "CANTIK" , "CANTIK" dalam arti yang berlawanan . Kalau tidak mati lampu, mungkin aku sudah akan menyerah duluan, karena banyaknya bahan yang harus dipelajari, walaupun sudah dicicil pada hari- hari sebelumnya ( bayangkan, besoknya ujian 2 biji dan tidak ada jeda, ya tidak ada jeda kalau mengerjakannya tidak cepat. Karena sehabis UTS yang satu, dilanjutkan pula ke UTS yang lain...), dan juga bahan UTS di semester ini lebih mengarah ke hapalan, hitungannya ada, tetapi sedikit. Karena pada hari Senin mati lampu, maka beban berkurang sedikit... Tapi tetap saja nyesek. Dan juga jadwal ujiannya beruntun. Dijedain sehari atau dua hari boleh dong? capek nih kalau beruntun terus. Suatu kombinasi yang perfect jika UTS nya hapalan semua ... Rasanya mau meledak kepalaku #lebaydikitbolehkali. hahaha
Setelah UTS-UTS yang berlangsung pada minggu ini selesai, ada perasaan lega sekaligus menyesal. Menyesali cara belajarku yang tidak maksimal. Lega, tapi tidak terlalu lega, karena masih ada satu ujian yang tertunda... -_-
Aku berharap UTS ini akan terbantu dengan nilai tugas dan UAS , aku takut nilai dari hasil UTS ini malah akan membuat jatuh IP :( . Padahal targetku di semester 3 ini adalah menaikkan IP. Mempunyai target ini bagus, tapi sayangnya aku kurang memaksimalkan diriku, karena kemalasanku dan faktor lain tersebut :( . Ternyata aku masih belum bisa mengatasi diri sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)