Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendikia
Lagu di atas merupakan lirik dari Hymne Guru. Saat jam kerja telah usai, dan aku sedang menuruni tangga bersama dua rekan kerjaku. Salah satu rekan kerjaku berkata, "kalau perjalanan pulang, saya paling suka denger lagu sedih." Dia menyebutkan lagu Hymne Guru. Agak menyesal karena tidak bertanya lebih lanjut pada Mr. M -_-
Sesampainya di rumah, aku terpikir lagi dengan perkataannya,"suka sama lagu Hymne Guru. lagunya sedih."
Aku kemudian mencari di situs pemutar musik seperti www.deezer.com , aku sering mendengarkan lagu dari situs ini. Walau aku tak bisa mendengarkan seluruh kata-katanya, tetapi aku bisa merasakan emosi dari lagu tersebut.
Saat aku mendengarkan lagu Hymne Guru tersebut, betul agak sedih. Lagu tersebut jugalah mengingatkanku semasa SMA. Seingatku, di SMA setiap tanggal 25 November, yang merupakan Hari Guru, murid-murid selalu disatukan dalam aula dan menyanyikan lagu Hymne Guru untuk guru-guru. Tidak terlukiskan bagaimana perasaan waktu menyanyikan lagu itu bersama teman-teman dan aku bisa merasakan bahwa nyanyian itu dinyanyikan dengan sepenuh hati. Aku merasa terharu dengan lirik tersebut. Ingin kumengulang lagi perasaan tersebut, menyanyikan dengan sepenuh hati untuk guru-guru. Agak disayangkan, karena semasa perkuliahan, Hari Guru tersebut tidak terlalu berkesan dan hanya sekedar lewat saja.
Saat aku mendengarkan lagu Hymne Guru tersebut, betul agak sedih. Lagu tersebut jugalah mengingatkanku semasa SMA. Seingatku, di SMA setiap tanggal 25 November, yang merupakan Hari Guru, murid-murid selalu disatukan dalam aula dan menyanyikan lagu Hymne Guru untuk guru-guru. Tidak terlukiskan bagaimana perasaan waktu menyanyikan lagu itu bersama teman-teman dan aku bisa merasakan bahwa nyanyian itu dinyanyikan dengan sepenuh hati. Aku merasa terharu dengan lirik tersebut. Ingin kumengulang lagi perasaan tersebut, menyanyikan dengan sepenuh hati untuk guru-guru. Agak disayangkan, karena semasa perkuliahan, Hari Guru tersebut tidak terlalu berkesan dan hanya sekedar lewat saja.
Tetapi, siapakah guru itu?
Bagi aku, guru itu tidak hanya orang yang mengajar di sekolah ataupun di kampus. Bagi aku, guru itu mencakup semua sumber daya. Guru yang paling mahal dalam kehidupan adalah pengalaman. Pengalaman tersebut bisa berasal dari pengalaman sendiri ataupun pengalaman orang lain. Mau ada kesan atau tidaknya pengalaman tersebut, tentunya sudah meninggalkan jejak di pikiran dan di hati.
Dalam pengalaman yang sedang dialami, selalu ada beragam orang yang bersamaku menjalani perjalanan tersebut.
Setelah aku melihat perjalananku ke belakang, secara tidak langsung aku menyadari bahwa pengalaman itu telah membentukku, mengajarkanku sesuatu, dan mengajarkanku untuk selalu bersyukur.
Segala sumber daya pun bisa menjadi guru, bahkan diri sendiri, tumbuhan dan binatang bisa menjadi guru untuk dirinya sendiri dan mahkluk hidup lainnya.30/9/2016