Kamis, 26 Desember 2013

Akhir Semester 3

hai semua :)
Merry Christmas semuanya :)

well, postingan blog yang sangat terlambat, tetapi aku baru bisa mempostingnya sekarang...
Di saat teman-teman bisa melihat nilai pada hari Jumat 20 Desember 2013, aku baru bisa melihat di tanggal berikutnya, ada tapinya loh... Aku melihat nilaiku di Rainbow (sistem informasi akademik online dari kampusku yang lazimnya disebut dengan rainbow) itu di saat aku dan teman-temanku baru selesai evaluasi SuperTeen Boot Camp sekitar jam 2-an atau 3-an pagi, cerita mengenai SuperTeen Boot Camp di postingan berikutnya ya ! :)

Saat aku melihat nilaiku, sejujurnya sih aku kecewa, walau nilaiku tidak terjun bebas sekali, tetap saja turun. Jika ditilik perjuanganku di semester 3 ini, aku memang lebih jarang membaca buku, dikarenakan tugasnya sangat banyak... Alasan sekali yah, aku tahu aku sudah memberikan yang terbaik menurutku, tetapi belum maksimal. Kembali ke nilai yang sudah keluar tersebut, aku juga mendapat suatu pelajaran, agar aku tetap mensyukuri hasil tersebut yang sudah ada. Dan akan melakukan usaha yang lebih maksimal lagi.
Selain diriku pasti ada pula nilainya yang juga terjun bebas dan turunnya jauh dari nilai yang semula.

Terkadang, mencapai itu lebih mudah daripada mempertahankan, tetapi selama ada usaha dan niat untuk mempertahankan ataupun meningkatkan, semua itu mungkin terjadi :)

then, i wanna to say Merry Christmas again... may God Bless You and your families :)

Kamis, 05 Desember 2013

A Reflective

Sebuah pemikiran dalam hati :

Terkadang kita akan lebih memilih untuk tersenyum untuk menyembunyikan kesedihan dalam hati, tanpa orang lain tahu bahwa kita sedang sedih. Namun, ada kalanya mata, dan mimik muka tidak bisa berbohong, kecuali orang yang sedang berada di sekitar kita itu tidak peka, maka senyum pun dianggapnya bahwa kita sedang "baik-baik"saja, padahal tidak...

Hal tersebut adalah pilihan untuk menyimpan sendiri dan menampilkan pada orang-orang adalah sebuah senyuman, yang orang lain tak tahu apakah senyuman itu adalah senyuman tulus... Bisa terjadi karena... kalau kita menceritakan pada orang lain, belum tentu orang lain akan mengerti. Hanya saja, kalau sudah begini, harus cerita kepada siapa, kalau tidak ada yang bisa dipercaya? Kita sebagai manusia terkadang menyimpan semuanya sendirian, hingga ada pemicu yang menyentil "sesuatu yang tak akan bisa dimengerti oleh orang lain" yang membuat kita tak bisa lagi untuk menampilkan senyum, entah senyum palsu ataupun senyum yang tulus...

Dan akan terus terakumulasi dari waktu ke waktu jika sesuatu yang tak akan bisa dimengerti oleh orang lain tersebut tidak diatasi dengan mencari pendengar yang bisa diandalkan... Menurutku, ketika sesuatu yang tak akan bisa dimengerti oleh orang lain tersebut itu dibagikan kepada orang lain, walau si pendengar itu tak mengerti seutuhnya, setidaknya pendengar itu ada untuk kita dan tidak banyak berkomentar mengenai sesuatu yang tak akan bisa dimengerti oleh orang lain tersebut... Bukankah dengan banyaknya komentar yang biasanya lebih bersifat kritik hanya akan membuat diri semakin tertekan setelah bercerita, namun jika hanya ingin didengarkan tanpa komentar apapun, that's enough...  Manusia pada dasarnya senang bercerita dan ingin didengarkan :")
Kecuali jika meminta saran kepada orang lain, yang perlu dipersiapkan adalah hati yang lapang, karena kita tidak akan tahu saran yang mungkin tak terduga dari orang lain yang menjadi pendengar cerita kita, walaupun maksudnya itu bukan untuk menyakiti hati kita....

curcol. curcol. curcol

Halooo.... Lama tak mengisi blog~
Maklum yah, tugas kuliah bejibun banyaknya... menulis blog pun hanya menjadi suatu kesenangan sendiri. Menulis blog itu menyenangkan, dulu aku takut sekali akan hal privasiku akan terganggu ataupun akan ditanyakan macam-macam. Tapi, sekarang aku sudah bisa membedakan mana yang bisa dishare ke orang lain untuk inspirasi mereka dan juga mana yang tidak perlu di share :")

I like to reading story from the people whose write their story at their blog. Sometimes their story really inspiring me about life :)

Saat aku sedang menulis blog ini, aku sedang jeda sebentar (sebenarnya bukan jeda, hihihi :p), aku menulis blog ini karena bosan menulis draft untuk UAS FILMU nanti ( tgl 10 Desember), lho kok UAS di rumah? Iya betul, UASNya take home, enak banget ya kelihatannya tidak usah belajar, tapi ada plus minusnya loh.... Plusnya ya itu tidak usah belajar, tapiiiii....... minusnya itu bikin paper, aduh boooooo. paper lagi, dan filmu.... abstrak men... Abstrak sih abstrak, seenggaknya aku masih mengerti sedikit-sedikit... Cuma, Cuma, cuma, cuma.... membuat karangan argumentatif dengan mata kuliah filmu, mau membuat argumentasi yang bagaimana? -__________-  
Ah biarlah terhenti demi membuat blog sementara, hahahaha... Toh sudah 35% persen... YEAY ! :p

Di tengah-tengah membuat tugas paper ini, bisa-bisanya aku masih memikirkan dia.... :")
Well, hanya sebuah perasaan kangen.... (perasaan tadi di kampus baru ketemu deh... >_<)
Kangen juga kok tiap hari... (duh Yen2... ) [Yen2, that's my nickname at home :3]
Hebat juga ini otak.... Sudah pusing sama UAS yang belum selesai, ada cabang mengenai dia,  cabang yang khusus buat dia :')

puisi 1
segala asumsi kan telah hilang
semua telah kembali seperti biasa
menyenangkan dapat melihat wajahmu
dan 
senyummu

puisi 2
saat kujalani semua akan rasa ini,
perlahan kusadari 
aku memang sayang padamu
dan 
seiring berjalannya waktu,
kusadari pulalah, 
kurasakan bahwa aku sudah bisa
tuk meredam perasaan cemburu ini
karena, aku belajar
bahwa kasih itu tidak pencemburu
walau, sesekali aku masih terkadang suka cemburu,
namun tak seintensif dahulu
:") 
aku pun belajar sesuatu darimu mengenai rasa ini 





Jumat, 15 November 2013

Belajar (?)

Belajar lagi?
Apa tidak capek, dari TK sampai sudah menjadi mahasiswa digeber terus dengan ilmu?
Keceriaan untuk bermain, bersosialisasi pun mau tak mau harus rela "disita" oleh penatnya tugas, ulangan dan lain-lain...

Kali ini, kata belajar yang ini berbeda.
Mengapa berbeda? Itu ilmu, bisa didapat dari buku, televisi, internet yang sudah menyebar ke pelosok-pelosok daerah (yeah, i know that not all place has an internet connection), belajar ini berhubungan dengan hidup dan juga menyangkut mental pribadi...

Dari semenjak saya bisa berbicara, boleh diakui saya orangnya ini sulit sekali untuk percaya dengan orang lain. Saya orangnya pencemas. Seiring bertambahnya umur dan banyak ilmu ataupun informasi yang masuk, perlahan saya belajar untuk menerima dan percaya pada orang lain. Saya masih ingat, ketika di zaman SD, saya pernah mengungkapkan perasaaan saya kepada orang yang saya sukai, namun sayangnya hasilnya tak berjalan dengan mulus. Ia bahkan sempat menjaga jarak, sedihnya luar biasa :( .

Ketika saya masuk SMP pun, ada saja orang yang berhasil memikat hati. Belajar dari pengalaman SD itulah, saya hanya berani memendam perasaan kepadanya tanpa mengatakan langsung padanya. Selama 3 tahun itulah, saya memendam terus, padahal di dalam kesehariannya saya dengan ia mengobrol seperti biasa. Hati saya sakit, ya sakit sekali karena harus memendam. Saya tak tahu kalau memang seandainya ia pernah menyimpan rasa pada saya (loh kenapa jadi curcol seperti ini... ) . Adapun saya sempat menyukai seorang guru, namun karena ia adalah seorang guru, ya saya tahu sendiri lah, tidak sepantasnya mengatakan perasaan pada guru tersebut. Kalau kepada teman sebaya sih, sudah pasti akan kucoba untuk diungkapkan.

Kisah lama pun berulang ketika di SMA, tidak berjalan dengan mulus, walaupun saya tak mengungkapkan secara langsung, tetapi melalui tindakan (ada perubahan sih ya). Perubahan yang baru kurasakan ketika duduk di jenjang SMA, sudah lebih berani, tetapi lagi-lagi masih ada sedikit memendam perasaan, terus menyimpan keraguan...

Well, untuk menghilangkan perasaan yang tidak diinginkan itu butuh waktu dan kesibukan. Kok tidak diinginkan? Ya, karena memang aku tidak mau untuk merasakan perasaan yang tak berbalas itu...

Ketika duduk di bangku perkuliahan pun bahkan tak lepas yang namanya punya rasa dengan orang lain... Saya mengambil jurusan psikologi. Semester 1 masih datar.... Menjelang semester 2 tuh sudah mulai banyak perilaku kecil-kecil yang dilakukan terhadap saya, seperti bercanda terhadap saya ataupun sesekali menggelitiki saya dan beberapa tindakan lainnya (hak saya dong, saya ga mau nyebut semua :p) , dan saya pun juga senang mendapat beberapa perilaku kecil-kecil tersebut. Awalnya canggung, tetapi karena sudah berteman dan sering bertemu, ya saya anggap biasa. Tak disangka, beberapa perilaku tersebut malah menumbuhkan rasa di dalam hati saya... Eaaa
Masih di semester 2, saya masih menahan rasa tersebut, karena saya tidak ingin mengulangi lagi kejadian-kejadian yang lalu.. Perasaan yang dipendam itu masih bisa ditoleransi.

Hingga pada saat memasuki semester tiga, saya merasakan bahwa tubuh dan hati ini semakin ingin mendesak keluar. Saya masih berkukuh untuk memendam rasa tersebut, saya tidak tahu ternyata rasa untuknya sedemikian rupa betul dan nyata. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, desakan untuk mengatakan perasaanku kepadanya makin kuat. Dasar, saya yang keras kepala, saya masih terus memendam, hingga pada suatu hari, saya merasa tak mampu untuk menahannya lagi. Dada saya sesak. Ya, sesak sekali. Saya merasa kalau saya memendam terus menerus, akan berakibat tidak baik bagi mental saya, akhirnya saya memutuskan untuk berterus terang kepadanya.

Saya akhirnya menetapkan apapun yang terjadi, saya akan menerima dengan lapang dada, saya menyiapkan diri terhadap kemungkinan yang akan terulang lagi. Pada saat saya berterus terang, ia kaget, mengapa bisa ia?, saya pun menjawab tidak tahu, karena saya merasakan perasaan itu tumbuh seiring dengan waktu. Saya berterus terang bukan secara langsung, namun melalui sebuah aplikasi messenger . Saya sempat takut bahwa ia akan menjauhi saya seperti kejadian di waktu SD, ternyata perkiraanku salah. Ia baik sekali. Ia terbuka dan mau menerimaku. Sampai sekarang pun saya masih sering ngobrol, lebih banyak sih melalui aplikasi messenger. Ketika saya ingin melakukan yang saya mau bersama ia, saya meminta izin kepadanya, dan ia mau melakukannya dan lagi-lagi saya berhutang banyak terima kasih. Saya merasa lega setelah mengungkapkan semua yang ada di hati saya terhadapnya.

Yeah, dunia perkuliahan yang membuka mata hati dan pikiran. Kegiatan bersosialisasi, kegiatan kuliah yang mengajarkan banyak hal, termasuk hal untuk belajar terbuka, dan juga kalau ada keinginan yang ingin dilakukan bersama orang tersayang, entah teman atau orang yang disukai, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, mengapa tidak? Tentunya sudah dibicarakan dong sebelumnya dengan pihak yang bersangkutan :)
Terbuka itu bagus, tapi.... harus melihat situasi dan kondisi. Kadang harus tahu pula kapan harus memendam dan kapan harus terbuka terhadap orang lain :)

Terima kasih sudah mau membaca tulisanku yang panjang lebar :)

Posted at Facebook , 15/11/2013 ; 23:16

Senin, 04 November 2013

Sebelum aku beranjak tidur kemarin, tanggal 3 November 2013, aku mengobrol dan bercanda dengannya, namun ternyata aku salah ngomong.  Ya, a-k-u t-e-l-a-h m-e-m-b-u-a-t k-e-s-a-l-a-h-a-n f-a-t-a-l. Aku tahu seharusnya aku tidak berbicara seperti itu. Begitu tahu dia ngambek denganku, aku merasa sangat sedih, takut dia tidak mau berbicara denganku dan aku takut pula jarak yang sudah tercipta ini merenggang. I'm really sorry. 

Tak lama kemudian dia merespon. Syukurlah.
(aku masih dalam perasaan yang bersalah)
Kesedihan itu memang agak berkurang dengan responnya. Ternyata, kesedihan itu telah masuk ke dalam alam bawah sadarku. Mimpi yang muncul bersuasana sendu. Sangat sendu.
Aku tidak ingat cerita dari mimpi itu. Aku hanya bisa mengingat perasaan mimpi itu, sangat sendu.

Ternyata, keadaan mood seseorang sebelum tidur itu dapat mempengaruhi perasaan di dalam mimpi, bahkan bisa mempengaruhi mood pada waktu bangun tidur. Aku terbangun dengan perasaan yang sedih pula. 

===========================================================
Aku mengikuti kuliah dengan perasaan tidak nyaman. Aku bertekad, aku harus meminta maaf dengan langsung.
Syukurlah, aku bisa menemuinya di saat waktuku jeda.
Aku memanggilnya dan aku meminta maaf. 
Dan dia mau memaafkanku :") 
Terima kasih! 

===========================================================
sisa hariku ini dilewati dengan penuh perjuangan
ya, penuh perjuangan
aku harus menahan
menahan semua yang ada di hati
padahal aku ingin menunjukkan perasaanku saat kini kepadamu
aku hanya ingin kau tahu

aku tahu kalau kita masing-masing mempunyai kesibukan tersendiri
sambil mengerjakan tugaspun, aku masih terbayang dirimu
aku mengalami halusinasi
halusinasi, bahwa ada pesan yang masuk dari dirimu...
dan, aku tersadar kalau yang baru kualami adalah halusinasi sesaat.
ah, see 
bagaimana diriku menrindukanmu 

Jumat, 11 Oktober 2013

AKUI dan TERBUKA

Judul yang mengingatkan pada diri sendiri untuk tidak denial atau tidak menolak terhadap apa yang sedang terjadi sekarang ini, singkatnya mengakui fakta-fakta yang sebetulnya tidak ingin diperpanjang ataupun di bahas...
Tetapi semakin kita menolak fakta yang sedang terjadi, semakin susah untuk menerimanya.

Aku pun masih harus belajar untuk tidak denial .. I know, this is a little bit hard . Sungguh agak berat untuk mengakui bahwa kenyataan berbicara seperti itu. Dapatkah pembaca menangkap sebenarnya konten ini mengarah ke mana? Sebenarnya ini mengarah ke persoalan yang menyangkut dengan hal percintaan. Masih ada hubungan dengan posting-an "TERTAWAKANLAH KEBODOHAN ANDA" , Aku sebenarnya sih bersyukur karena aku  tidak usah melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut. Tetapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa sebenarnya aku masih sedikit tidak rela dan mempunyai perasaan terhadapnya. Dan seorang teman pun berkata kepadaku, "jangan denial, tapi jangan kebablasan juga" . Aku pun bertanya maksudnya apa jangan kebablasan, dia berkata bahwa boleh saja menikmati perasaan masih suka itu tetapi jangan sampai logika dikuasai oleh perasaan. Dia pun menyarankan agar aku mencari kegiatan agar bisa move on sepenuhnya.

Itu baru di hal percintaan. Papa juga berbicara hal yang sama, namun ini bukan pada soal percintaan, melainkan terhadap kekuranganku. Bagi pembaca yang sudah membaca posting-posting ku sebelumnya, pasti sudah tahu. Namun tak ada salahnya kuberi tahu kembali, ya aku mempunyai kekurangan, aku adalah seorang gadis yang tunarungu. Tunarungu itu adalah ketidakberdayaan dalam hal pendengaran, maka aku harus memakai hearing-aid  untuk membantuku berkomunikasi dengan satu sama lain. Papa mengatakan, "kamu jangan denial  terhadap kekurangan yang kamu punya, akui saja, tetapi kamu juga harus memperbaiki diri kamu sendiri (maksud dari memperbaiki ini adalah mengembangkan potensi-potensi yang dipunyai dalam diri saya) "

2 kasus ini pun mengajarkan agar mengakui terhadap fakta yang berbicara, namun juga harus menyertakan perubahan-perubahan ataupun perbaikan pada diri sendiri.
Aku sudah mencoba, walau agak berat, tetapi sebetulnya ketika kita mengakui atau tidak denial terhadap diri sendiri, membawa suatu kenyamanan, kelegaan tersendiri dan juga lebih bisa terbuka serta menerima fakta yang ada.

Terima kasih Pa,
Terima kasih Ko A.R.R.
Sudah mengingatkanku dan kesediaan waktu untuk saling berbagi :)

Kamis, 10 Oktober 2013

TERTAWAKANLAH KEBODOHAN ANDA

Pembaca pasti bingung dengan judul ini... Alasan saya memilih judul ini adalah karena selagi masih hidup, kapan lagi bisa menertawakan kebodohan yang kubuat? Jadi aku juga tidak usah menyalahkan orang lain yang terlibat dalam kasus di mana saya mengulangi kesalahan yang sama. Menertawakan kebodohan sendiri dapat mengurangi kadar stress anda, trust me, because it's work on me :)

Jadi begini ceritanya...
Aku menyukai seseorang, dan aku menunggu , menunggu kapankah waktu yang tepat. Tapi, setelah kejadian yang kemarin baru saja kualami, dapat dikatakan bahwa menunggu itu adalah jalan yang paling tepat. Aku memang mempunyai rasa dengan dia, namun karena keraguan, dan ketidak yakinanku, maka aku hanya menunggu. Aku pun sering membayangkan dia. 

Kemarin, setelah aku selesai menyelesaikan belajarku, iseng-iseng kubuka FB seseorang yang kusukai, kemudian aku men-scroll page FB ke bawah, dan.... hatiku mencelos mengetahui kenyataan... , selain itu, yang kurasakan adalah bahagia, sekaligus tidak rela. Bahagia karena aku tidak usah melanjutkan perasaan ini lagi, tidak rela karena ternyata dia sudah ada yang punya... dan sudah lumayan lama mereka menjadi pasangan :")  Pada saat itulah aku menertawakan diriku sendiri, karena nyaris saja aku mengulangi kesalahan yang sama dan telah melakukan kebodohan yang selalu berulang. Kebodohan itu adalah aku menyukai seseorang, tapi tidak tahu latar belakangnya (sudah atau belum mempunyai pasangan).  Bodoh sekali, aku dengan dia sudah berteman di FB sejak kapan, tahunya baru sekarang.... ckckck . Kebiasaan, melihat FB orang cuma asal lihat, tidak melihat secara detil. Dan announce tentang hubungan mereka pun sudah lama -_- . Oh stupid me!  

Walau sekarang perasaan ini sudah menjadi biasa saja ( sebenarnya sih masih ada sedikit, tapi sudah tidak sebesar dulu.. Jujur sekali yak. hehe :p)  tetap saja membutuhkan usaha lebih bahwa kami hanya berteman, berteman seakan-akan perasaan ini tidak pernah terjadi.

Tapi, dari sinilah aku juga berterima kasih padanya, 

because of you, i still how to like and love someone



UTS UTS

Yeah... Selesai sudah UTS di semester 3.
Tapi, belum benar -benar selesai sih . T_T Hari Rabu ,16 Oktober 2013 barulah hari terakhir UTS... Kalau tidak mati lampu pada waktu itu, hari terakhir UTS itu adalah hari ini... Ada keuntungannya juga sih, karena mata kuliah yang diundur itu aku belum belajar dengan maksimal...  hehehe :p

Jujur saja, semangatku tinggi ketika di awal semester 3, tetapi menjelang UTS, semangatku agak turun. Kemana semangatku ini?
Banyak faktor yang berperan dalam penurunan semangat ini.. termasuk faktor soal seseorang. (tidak akan dibahas di sini, nanti karangannya melebar kemana-mana dan tidak sesuai dengan judulnya lagi :p )

UTS di Semester 3 ini, sangatlah "CANTIK" , "CANTIK" dalam arti yang berlawanan . Kalau tidak mati lampu, mungkin aku sudah akan menyerah duluan, karena banyaknya bahan yang harus dipelajari, walaupun sudah dicicil pada hari- hari sebelumnya ( bayangkan, besoknya ujian 2 biji dan tidak ada jeda, ya tidak ada jeda kalau mengerjakannya tidak cepat. Karena sehabis UTS yang satu, dilanjutkan pula ke UTS yang lain...), dan juga bahan UTS di semester ini lebih mengarah ke hapalan, hitungannya ada, tetapi sedikit. Karena pada hari Senin mati lampu, maka beban berkurang sedikit... Tapi tetap saja nyesek. Dan juga jadwal ujiannya beruntun. Dijedain sehari atau dua hari boleh dong? capek nih kalau beruntun terus. Suatu kombinasi yang perfect jika UTS nya hapalan semua ... Rasanya mau meledak kepalaku #lebaydikitbolehkali. hahaha

Setelah UTS-UTS yang berlangsung pada minggu ini selesai, ada perasaan lega sekaligus menyesal. Menyesali cara belajarku yang tidak maksimal. Lega, tapi tidak terlalu lega, karena masih ada satu ujian yang tertunda... -_-

Aku berharap UTS ini akan terbantu dengan nilai tugas dan UAS , aku takut nilai dari hasil UTS ini malah akan membuat jatuh IP :( . Padahal targetku di semester 3 ini adalah menaikkan IP. Mempunyai target ini bagus, tapi sayangnya aku kurang memaksimalkan diriku, karena kemalasanku dan faktor lain tersebut :( .  Ternyata aku masih belum bisa mengatasi diri sendiri.



Rabu, 29 Mei 2013

Hidden Meaning of My Name

Berawal dari membaca blog salah satu seniorku, aku iseng meng-klik link yang tertera di blognya...
Mau tahu apa arti namamu?

Silahkan klik di sini link nya ... :D
http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz/

Berikut adalah arti namaku...

You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don't appreciate them trying to interfere in your affairs.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.
You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection. 
You are confident, authoritative, and aggressive. 
You have the classic "Type A" personality.

You are very open. You communicate well, and you connect with other people easily.
You are a naturally creative person. Ideas just flow from your mind.
A true chameleon, you are many things at different points in your life. You are very adaptable.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

You are a seeker of knowledge, and you have learned many things in your life.
You are also a keeper of knowledge - meaning you don't spill secrets or spread gossip.
People sometimes think you're snobby or aloof, but you're just too deep in thought to pay attention to them.

You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.
And because you're so lucky, you don't really have a lot of worries. You just hope for the best in life.
You're sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.


Waw! Sebagian besar benar...
Walaupun ini adalah hasil sebuah teknologi, tetapi tidak 100 % akurat lho ;)
And.. in short, my name means is

You Are Intelligent and Contemplative


Sabtu, 04 Mei 2013

Man in The Mirror

 Judul Man in The Mirror ini jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya Manusia di Cermin., dimana karya ini untuk merefleksikan diriku sendiri.. 

(jangan bingung kenapa karya dibawah ini seperti mengobrol dengan diri sendiri yang lain, dan juga jangan menganggap aku gila hehe. :p )

Mungkin ada satu atau beberapa darimu yang merasa dirimu serupa denganku? ;) hehe

Selamat membaca ..


Siapa yang kamu lihat di cermin?
Aku hanya melihat wajahku.
Wajah yang sangat biasa saja.
Wajah yang sangat oriental.
Aku tidak begitu senang dengan keadaan diriku.

Tapi begitulah wajahmu!
Dan walau keadaanmu begini, tetap saja kamu tidak bisa menolak kan?
Kamu tahu? Kamu berkata seperti itu, sejujurnya telah menyakiti dirmu sendiri.

Iya, aku memang tidak bisa menolaknya. 
Tapi , bagaimana?
Kenapa begitu?

Kamu itu terlalu pesimis.
Dengan mudahnya kamu menjatuhkan aku dengan segala perkataanmu.
Dari perkataanmu yang selalu bernada negatif, secara tidak sadar mempengaruhi perilaku dan tingkah lakumu di kehidupan sehari-hari.

Lalu, kenapa?

Perkataanmu sangat menghancurkan aku.
Aku masih bagian dari kamu juga!

Aku bagian dari kamu?
Apa buktinya?

IYA! AKU MASIH BAGIAN DARI DIRIMU! 
Lihatlah kembali di cermin itu, siapa yang kamu lihat?
Wajahmu , wajahku juga. 
Aku adalah kamu.

Itu memang betul, aku memang melihat wajahku sendiri...

Walau kamu punya kekurangan, tapi jangan lupa kalau kamu punya kelebihan.
Setiap manusia ada plus dan minusnya termasuk dirimu.

Oke...
Aku tahu aku memang salah berkata seperti ini.
Aku berkata seperti ini malah hanya semakin menghancurkan kamu, bagian dari diriku.
Aku minta maaf, jika sampai sekarang , 
aku belum memberikan yang terbaik untukmu.
Aku minta maaf, kalau aku terlalu lembek dengan kamu,
sehingga aku dan kamu menderita di tengah kerasnya dunia.
Aku merasa tidak layak lagi di dunia.

Jangan berkata seperti itu.

Terkadang, aku takut untuk bersaing di tengah kerasnya dunia.
Tapi, tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain keras dengan aku dan kamu.

Kamu boleh keras terhadap dirimu, tapi jangan berlebihan.
Semua ada porsinya.

Sampai saat ini, aku merasa aku belum berusaha dengan maksimal.

Aku tahu kamu pasti bisa.
Hanya saja, jangan menghancurkan dirimu dengan perkataan yang selalu pesimis.
BE OPTIMISM !! OPTIMISLAH! 
Pasti akan sangat berbeda,
ketika kamu melihat semua dari kacamata yang positif.
Kamu akan lebih tangguh menghadapi banyaknya dengan tantangan.
Hidup itu terlalu sayang untuk diisi dengan hal yang negatif.
Ayo maksimalkan dirimu!

Terima kasih diriku, 
Sudah mengingatkanku.
Aku merasa kamu betul.
Aku merasa mampu melewati semua ini.

Selain itu, bukan hanya sikap optimismu yang membantumu,
namun ada beberapa orang jugalah yang turut berperan.
Mereka adalah orangtuamu. Mereka selalu memberimu support.
Terlebih lagi,
Sang Penciptamu, Yesus.
Dia tidak pernah meninggalkanmu.
Yesus selalu ada untuk kita.
Bersyukurlah selalu!

Ah ya. Kamu betul.
Kenapa aku  bisa melupakan mereka.
Aku sadar, aku tidak akan bisa jadi diriku yang sekarang tanpa mereka,
serta dari Kasih-Nya yang selalu menyertaiku dalam keadaan apapun.
Aku mau untuk selalu mengucap  syukur  apapun keadaannya.
Perlahan aku sadar, 
aku lahir ke dunia dengan keadaan seperti ini,
mungkin ada hal lain yang ingin Ia ajarkan padaku.
Dan juga  Ia ingin menunjukkanku, akan suatu hal.

Tetaplah berpikir positif,
Bersyukurlah selalu dalam keadaan apapun.
Betul perkataanmu, 
dan semua akan indah pada waktu-Nya.
Dan juga, jangan melupakan orang-orang 
yang secara tidak langsung telah membina rohanimu.

Terima kasih !
Aku tidak sadar,
bahwa mereka turut mempunyai andil di sepanjang perjalananku.

Tetaplah optimis, dan jangan pernah menyerah.
Kamu bisa.


ps: terima kasih untuk orang-orang yang secara tidak langsung membinaku dalam segi kerohanian... Tanpa karya/tulisan mereka, mungkin aku tidak akan mempunyai pemikiran seperti ini...


Kamis, 02 Mei 2013

AROMA KETEK ORANG BULE

Penasaran kan  dengan judul "AROMA KETEK ORANG BULE "
hahaha... 
Tahu ngak sih apa yang dimaksud dengan aroma ketek orang bule? 
Judul tersebut ada kaitannya dengan makanan...

Berpikir makanan itu adalah Jengkol/Pete? Atau something yang lain? Wah, salah besar sekali kalau memikirkan makanan lain.. :p 

Makanan ini memang bukan makanan khas Indonesia, namun makanan ini sudah dapat kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Dan mungkin, anda sebagai pembaca, pernah, atau sedang makan, atau pun sudah memasukkan makanan tersebut ke dalam menu sehari-hari... 

Penasaran? hahaha (ini apa banget, yang nulis blog kok iseng gini :p . biarinlah yee :p hahaha)
Oke, oke aku langsung saja...  Tapi... sebelumnya aku mau cerita dulu :D. hehe

Aku telah menyukai makanan itu dari kecil. Dan hanya aku seorang yang masih menyukai makanan itu hingga kini, walaupun sekarang bertambah orang yang memakan makanan itu (orangtuaku sendiri). Dulu mamaku selalu berkata "tidak mau ah, baunya seperti ketek orang bule", dan itu terus berlangsung sampai ketika ada pengolahan makanan yang menggunakan makanan dengan 'aroma ketek orang bule' menjadi sebuah makanan ringan, perlahan demi perlahan mamaku mau memakan makanan ringan tersebut dengan 'aroma ketek orang bule', papaku makan sih makan namun tetap kelihatan dirinya tidak menyukai makanan tersebut... Mama hanya mau memakan makanan dengan 'aroma ketek orang bule' kalau makanan tersebut dalam bentuk hasil pangganggan ( baca : makanan ringan yang dipanggang, nanti lah jawabannya kalau dikasih tahu sekarang kan gak seru lagi. hihihi :p), papa pun demikian sama dengan mama... 

Kalau aku membeli makanan tersebut (masih dalam bentuk segarnya, lagi-lagi selalu mendapatkan kalimat "emang enak? bau kaya ketek orang bule seperti itu" . Tapi jangan kira ini ketek orang bule beneran... Pingsan kali yau ketek orang bule beneran. hahaha ;p . 

Penasaran ? 
hahaha

Ciri-ciri secara umumnya sih kalian pasti sudah tahu, apakah itu makanan dengan 'aroma ketek orang bule' . Aku hanya menyebutkan ciri secara umum, karena makanan ini sangat banyak variannya.

Warnanya putih kekuningan
Bentukya bisa berupa lembaran, batangan, atau bahkan bisa berbentuk lain.
Rasa agak asin (tergantung merk juga, karena ada yang tidak begitu asin)
Sudah bisa menebak? Jangan mual loh, memang kenyataanya begitu...
Hahaha..

iya, makanan yang kumaksud adalah KEJU /CHEESE 
:) 
makanan ringan tersebut yang mau dimakan mama dan papaku adalah kastangel, atau keju yang sudah bercampur dengan makanan lain... Kalau makan keju dalam bentuk lembaran atau potongan keju batangan mereka sih tidak mau.. Tapi buatku sih tidak masalah, aromanya memang tidak begitu enak, tapi rasanya sangat nikmat... :9 

Keju ini sendiri tidak hanya keju yang biasa kita makan, namun ada berbagai varian keju yang lain, sempat muncul keinginanku untuk mencoba berbagai macam keju... Namun, sayang hal itu belum terlaksana... Karena jugalah aku tidak mempunyai partner untuk mencoba jenis keju keju itu satu per satu. Aku harus puas dengan makan keju yang umum di masyarakat ( keju batangan > biasanya dipakai sebagai bahan keju parut, keju yang bisa melt dan keju lembaran) dengan merk Cheddar/ProChiz (namanya alay banget ya, hahaha).
Namun sekarang aku merasakan, kalau aku terlalu banyak makan keju, malah enek -_-. 
Sekarang sih masih makan, cuma dibatasi, daripada enek mending makan dikit dikit... :p 


pengemis dan hak

Telapak tangan yang selalu meminta belas kasihan dari orang-orang yang melewatinya.

Terkadang kupikir, 'mereka' telah menyalahgunakan arti dari HAK
Dimana mereka meminta uang itu adalah haknya, padahal meminta uang dari orang lain itu bukanlah sebagai suatu hak. Dan aku melihatnya sebagai bentuk kemalasan mereka.

Kadang kupikir juga bahwa 'mereka' memang : 
  1. Malas
  2. Tidak ada keterampilan sehingga tidak ada lapangan pekerjaan yang bisa dilakoninya
  3. Keterbatasan fisik
  4. Sudah mengakar dalam diri 'mereka'
  5. Terpaksa (?)
Sebenarnya, asalkan 'mereka' rajin, mau bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian, keinginan 'mereka' bisa tercapai. Tapi, bersakit-sakit yang dimaksudkan bukan menderita penyakit tertentu kemudian ada komplikasi penyakit lainnya, seram kali kalau sampai menderita penyakit-penyakit. Hehehe :p

Dan, kadang diriku ingin sekali membantu 'mereka' namun, di benakku muncul anggapan, "kalo gue bantuin 'mereka' ntar malah tambah males dong". Padahal ada pesan sudah hendaknya kita membantu sesama yang kesusahan, nah disini terjadi kebingungan dan tidak jarang membuat perasaan serba-salah , begini salah begitu juga salah, jadi apa yang benar? Tak jarang akhirnya aku memilih untuk mengabaikan mereka. (Di sini overload urban  berlaku juga, mengapa? Karena aku sebagai orang kota, memilih untuk 'mengabaikan' mereka, terlalu banyak stimulus di kota. kalau aku memperhatikan satu-satu, kapan beres urusanku yakk?? ceilahhh hahaha :p)

tangan yang selalu meminta, menunjukkan kemalasan. tangan yang mau bekerja terus, menunjukan buahnya di kemudian hari.

MAAF dan GENGSI


Kenapa aku menulis judul itu? Judul tersebut ada korelasi dengan kejadian yang kualami.
Kalau ada yang membuat kesal, tetapi kalian tidak minta maaf, apa tidak kesal? Mungkin aku bisa bersikap bodo amat, emangnya gue pikirin... Lo ga mau minta maaf? Oke . Lagian gue juga ga ada masalah kok kalo lo ga minta maaf. Tapi, jangan harap gue mau ngomong sama lo duluan.
Tapi, pada saat ini kasusnya berbeda, aku tidak bisa bersikap seperti itu. Karena aku sadar masih mempunyai pertalian darah denganmu,  mau tidak mau aku harus merendahkan diriku, menekan rasa gengsiku. Dan juga aku teringat apa kata Mr Ernest Wong di sebuah acara SuperTeenCamp yang diadakan di Lembang, Bandung, tanggal 18-23 Desember 2012 (lho kenapa jadi lengkap begini, hahaha :p) , Beliau mengatakan bahwa seberapa tidak sukanya diri kita terhadap orangtua, walau mereka berbuat salah duluan, tetap kita sebagai anak hendaknya menurut dan juga minta maaf duluan. Susah? Betul sekali . Tapi aku tidak mau bertumbuh menjadi wanita yang gengsinya setinggi langit. Kalau gengsinya gede, akan jadi apa diriku? 

berikut ini adalah tulisan, aku pun sendiri tidak tahu ini puisi atau bukan.. Dibilang puisi rasanya tidak cocok juga. Anda boleh dengan bebas menilai ini puisi atau bukan?


Aku hanyalah seorang anak...
Satu hal yang tidak aku suka adalah kenapa aku harus mewarisi sifat keras kepalamu..
Bahkan rasa gengsi pun kuwarisi darimu. Ck.

Terima kasih padamu, dan aku berterima kasih sekali pada lingkunganku.
Karena berkat keadaan lingkungan jugalah, aku bisa menekan rasa gengsiku..

Namun, lagi lagi ketika berhadapan denganmu, 
Aku selalu tidak bisa berkutik lagi, karena kaulah tetaplah otoritas yang tertinggi...
Aku akan mempertahankan keinginanku.
Aku tidak akan mundur.
Mengapa dirimu begitu tidak sabar mendengarkanku berbicara?
Kalau saja anda mau bersabar, kita tidak akan bertengkar seperti ini.

Ingin rasanya mendiamkanmu seharian sampai besok.
Namun, aku tidak mau tumbuh sebagai gadis yang selalu menyimpam perasaan dendam...
Aku mau merendahkan diriku, dan aku meminta maaf dulu, walau rasa gengsi itu harus kutepis jauh-jauh..
S.T Rules number 1 : I'm Superteen,  
I'm grateful,  
I listen to mom n dad

Minggu, 07 April 2013

Disorder

Sengaja aku menulis entri baru ini dengan judul DISORDER , jika diistilahkan itu 
Jangan takut dulu...
hehehe :p
Entri ini adalah bagian kelanjutan dari entri Psikologi yang sudah kukatakan di salah satu paragraf entri tersebut :)

Seiring berjalannya waktu sampai sekarang, aku menyadari bahwa (sepertinya loh) aku mempunyai disorder ,  tapiii ... masih taraf normal kok, masih bisa ditangani kok, tidak sampai mengganggu fungsi sosial dan kognitifku. Tenang saja yah, hehehe :D 
Ck. Ilmu belum sampai untuk menganalisa masalahku sendiri T_T , karena belum belajar dan memang belum dapat mata kuliahnya --__--

Tapi ini yang kurasakan, diriku seperti tidak ada kapok-kapoknya menyukai laki-laki, even hanya bertahan beberapa minggu ! Aneh yah? 
Setiap ada laki-laki yang bbm-an yang berkisar 1-2 minggu dan frekuensinya hampir setiap hari, dan entah kenapa pada minggu-minggu berikut setelah 2 minggu pertama, laki-laki itu suka 'menghilang' alias jarang bbm-an lagi. Yah aku sadar kali juga mungkin dia lagi banyak tugas, tapiii.... kenapa lama sekali tidak ber-bbman ria, seperti sengaja menghilang dari pandanganku . hiks. (pengakuan)

Melihat pengalaman yang sudah kualami, aku menyimpulkan, aku mudah suka terhadap laki-laki 
--__-- 
Apa yah yang melatarbelakangi hal ini di masa kecilku dulu?? Kenapa masa kecil? Berhubung karena baru belajar psikologi perkembangan, dan sempat membahas kasus di mana bayi yang menangis lalu dicuekkan oleh caregiver nya, itu akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bayi itu sendiri, di mana bayi itu ketika bertumbuh besar, akan memiliki rasa tidak aman dan merasa tidak dibutuhkan.

Karena itu, aku berpikir dengan mudahnya aku suka terhadap laki-laki yang care, sering bbm-an hanya berdasarkan intensitas dan frekuensi yang cukup sering, yang ujung-ujungnya sering bertepuk sebelah tangan, dan ketika aku mendapat laki-laki baru, seperti tidak ada kapoknya mengulangi rasa sakit akibat bertepuk sebelah tangan itu, termasuk kepada sahabatku sendiri! Namun setelah aku mengatakan perasaanku kepada sahabatku, hubungan kami masih tetap seperti biasa, dan syukurlah dia menghargai perasaanku, setelah kuungkapkan perasaanku, yah memang masih ada sedikit rasa suka, namun sudah mulai biasa. Dia ini sekarang kuliah di Australia, kami masih sering berkomunikasi dan aku juga sudah tahu siapa yang dia sukai. Walau beda negara, kami masih tetap berkomunikasi dan perasaanku ke dia sudah sebagai sahabat, tidak lebih :) 

Dan aku menganalisa, pasti semua ini ada kaitannya dengan perkembangan emosiku setelah aku berusia 1 tahun.( kalau bukan dari masa kecilku , dari mana lagi penyebab aku bisa begini? hhhh) Atau aku masih membutuhkan kasih sayang laki-laki? Kasih sayang ayah memang tidak cukup? Cukup, tapi aku ingin kasih sayang dari seorang laki-laki yang mencintaiku apa adanya yang juga adalah pasangan hidup nantinya. Sepertinya ini adalah hal umum yang banyak dialami oleh perempuan-perempuan, selalu haus akan kasih sayang (nb: sedang fase puber, maupun perempuan dewasa muda-madya). Tapi kupikir, laki-laki juga membutuhkan hal yang sama walaupun tidak se-implisit perasaan perempuan.

Ketika sudah cukup sering mengalami hal itu, dan ada sosok laki-laki yang menarik, aku berkata kepada diriku sendiri : "Grace, mungkin aja dia udah punya cewe lain, jangan banyak berharap", "Grace, dia cuma nganggap lu sebagai teman, TIDAK LEBIH." ,"Dia cuman nganggap lo sebagai adeknya". Tapi yah dasar diriku sebagai perempuan, pikiranku 'bergerak' lebih cepat, seringkali aku mendapati diriku berkhayal dengan laki-laki yang sedang dekat itu dan kurasa aku sedikit suka dengannya, ketika aku menyadari hal itu, sering kukatakan pada diriku sendiri "Astaga, ngapain lo mikir dia, dia kan sudah bla bla bla.... " (tak kutulis di sini karena banyak #malas. hahaha  =p). Dan aku pun bisa kembali ke dunia nyata, tapi tetap saja , cara yang paling ampuh untuk tidak memikirkan laki-laki itu, ya dengan menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan apapun. Namun ketika senggang, sering sekali terpikir tentang dia. hikss lagi ....

Dan dari hal itulah aku belajar untuk tidak menyukai laki-laki dengan cepat.(Laki-laki ini sering kubayangkan yang akan menjadi pasangan hidupku sampai ajal menjelang #lebay, hahahaha XD ) Sudah cukup aku jatuh di lubang yang sama dan tidak jera lagi. --__-- Kelihatannya sulit, namun aku yakin bisa, dengan memaksa berpikir secara rasional. Id-ku nampaknya sudah terlalu sering jadi 'jagoan', kali ini aku tidak akan mmbiarkan Id menang atas diriku, Id-ku harus kalah dengan logikaku !!!!

Sekian self-analysis dariku, mungkin menurut anda, refleksi ini belum selesai, ya kuakui memang belum selesai seutuhnya karena diriku belum belajar dan belum mengetahui apa ilmu yang tepat utuk menjelaskan hal ini. Namun setidaknya aku sudah lega untuk mengungkapkan hal ini, sebagai pengingat atas diriku sendiri dan juga, anda bisa mengambil sesuatu yang bisa anda simpulkan dari blog ini.. 
:)

Setiap orang itu punya kecenderungan mempunyai 'disorder' di dalam dirinya sendiri, baik mau yang 'disorder' yang masih dalam taraf kewajaran ataupun tidak.

Mungkin entri Disorder dan Psikologi adalah entri terpanjang yang anda temui di blogku 
:)

Sekian dan terima kasih :D 

Sabtu, 06 April 2013

Psikologi


Ada yang ingin kuutarakan apa yang ada di benakku, namun aku tidak bisa mengeluarkan saat ini juga. Mengapa? Ya, karena aku masih memikirkan bagaimana respon orang ketika membaca blogku.


Ck. ternyata aku masih memikirkan apa kata orang jika mereka membaca blogku :(
Tapi, akhirnya aku memutuskan untuk cuek saja apa kata mereka, jika mereka memberi saran atau kritik, akan kuterima dengan hati yang lapang :)

Psikologi. Itu adalah judul entri blog ini. Mengapa aku mebuat dengan judul seperti itu? Karena semua ini berkat psikologi, baik fakultas tempatku belajar, teman-temanku serta dosen dosen yang saling men-support  diriku (walau tidak semua, hehe :p )



Banyak hal yang terjadi ketika aku sedang menjalani semester 2 jurusan psikologi di Unika Atma Jaya. Kadang aku berpikir "gue salah jurusan enggak yah?",  dan ternyata, aku merasa jurusan ini memang sudah tepat untuk diriku.

Aku terkadang membawa semua keraguan di dalam benak hati maupun pikiran, ragu apakah diriku mampu melalui semua ini? Apakah aku mampu survive hingga akhir? Meski studiku belum selesai, namun dengan lewatnya semester 1, menandakan aku mampu melalui semua ini, menandakan bahwa diriku memang mampu, dan itu membutuhkan effort yang luar biasa keras dibandingkan mahasiswa lain, karena diriku mempunyai kekurangan, aku tidak bisa mendengar. Ya, aku memang tidak bisa mendengar sejak lahir dan aku mengenakan alat bantu dengar, walau tidak 100% suara di luar telinga itu tertangkap, setidaknya membantu diriku, meski terkadang ada beberapa kata yang hilang.

Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, tempat terjadinya banyak cerita di dalam diriku. Di dalam fakultas itulah aku mulai mengetahui bagaimana diriku sedikit demi sedikit. Namun terkadang tidak semua hal yang mulai kusadari itu ada solusi pada saat itu juga. (hiks T_T) . Untuk hal yang berkaitan dengan fakultas psikologi, akan kuceritakan di entri berikutnya karena panjang sekali hehehe ^_^

Selain di dalam jenjang fakultas, aku juga merasa di jenjang universitas pun juga turut memberikan kontribusi terhadap diriku. Mengapa? Karena dengan mulai aktifnya diriku di organisasi, aku menjadi tahu bagaimana tim panitia itu bekerja dalam sebuah acara yang ditelurkan (emangnya ayam? hahaha #okedeh serius lagi :P ) oleh UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa) itu sendiri. Aku pun sekarang tergabung dalam tim panitia, suka duka pun kurasakan. Sukanya : semua dijalanin bersama-sama. Dukanya? Kalau rapat , dan pada hari itu ada kelas, jedanya suka lamaaaaaaaa sekaliiii untuk menunggu mulainya rapat, juga sering pulang malam. Tapi walaupun begitu, aku justru ingin ikut lagi walau orang tua sebetulnya tidak terlalu suka diriku pulang malam karena rapat. Mau bagaimana lagi? Sudah konsekuensinya (-_-)

Banyak hal yang bisa kudapatkan, selain menambah teman, menambah ilmu juga dan belajar mengatur waktu serta memprioritaskan mana kegiatan yang akan diikuti. Terasa sekali perbedaan organisasi di kampus dengan organisasi di sekolah. Kalau kegiatan organisasi di kampus itu lebih nyata strukturnya dibandingkan organisasi yang di sekolah (mungkin saja pernyataanku ini salah, karena aku memang tidak pernah ikut organisasi di sekolah kecuali ekstrakurikuler Tae Kwon Do yang kujalani semasa diriku SMA). UKM yang kuikuti ini bernama UPM (Unit Penelitian Mahasiswa) sudah mengeluarkan beberapa acara dan tim kepanitiaan di setiap acara itu sudah terbentuk, aku sengaja tidak mendaftar menjadi panitia pada acara yang ditelurkan oleh UPM, karena ingin mencoba mendaftar di acaranya Psikologi :)

ya dari tulisan inilah aku menyadari kalau AKU MAMPU!
YES I CAN DO IT! Yes I can passed all problems with the strength that Jesus Has Given for me :")
 

Selasa, 02 April 2013

Pencarian

Diriku yang masih bergejolak
Mencari apa yang menjadi kebutuhanku selama ini
Aku terus mencari, mencari dan mencari
Sering kuragu ketika sudah hampir mendapatkan 'jawaban' itu.

Dan sering terbukti jawaban itu terkadang tidak memuaskan diriku
Aku hanya merasa terombang-ambing dalam perjalanan-perjalanan hidup yang kulalui
Ketika aku sudah 'mendapatkan' jawaban itu...
Beberapa waktu kemudian, aku baru menyadari, kalau setelah waktu berjalan, 'jawaban' itu terkadang adalah sebuah pelarian

Ya, sebuah pelarian yang baru kusadari kini
Pelarian itu kadang dan sering meninggalkan bekas di hati...
Entah mau bekas yang menyenangkan maupun yang menyakitkan
Sebuah pelarian yang memberikan pengalaman dan pelajaran berharga...

aku tidak ingin jatuh ke dalam pelarian dalam bentuk apapun. 
Dan aku hanya ingin menyadari semuanya sebelum terlambat.

Senin, 25 Februari 2013

Dunia Seorang Anak Tunarungu (1)

Aku lahir di sebuah keluarga di mana jalur garis keturunan tidak mempunyai gen penyebab tunarungu. Tunarungu itu adalah ketidakmampuan untuk bisa mendengar. Dan tingkatannya pun bisa bervariasi mulai dari tunarungu tingkat ringan, sedang dan berat. Sementara pada diriku, tunarungu yang kualami sudah bisa dibilang tunarungu tingkat berat.

Walaupun aku tunarungu, aku tetap dibesarkan oleh kedua orangtuaku. Bahkan kakek nenek ku dari pihak papa dan mama, mereka tetap menerimaku sebagai cucu pertama mereka.
Mungkin dengan mempunyai anak yang seperti aku papa mamaku bingung sangat luar biasa. bagaimana kami membesarkan kamu dengan kekurangan ini. bagaimana kami bisa berkomunikasi denganmu? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu pernah muncul di benak mereka. Dan betul, pada saat aku masih sangat kecil, aku sering merasa frustasi karena apa yang aku mau tidak pernah bisa aku dapatkan, dan mereka tidak mengerti apa keinginanku. Sehingga pada saat aku kecil, papa dan mamaku mengatakan bahwa sebelum aku bersekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa), aku sangat nakal luar biasa.

SLB itu adalah sekolah yang menyediakan pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus, khususnya seperti diriku. Kebutuhan khusus itu bisa terbagi menjadi tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa ataupun anak yang mengidap autisme.

Tapi, dibalik kenakalanku, mereka tetap mengasihiku. Mereka bahkan mau mencari sekolah SLB yang bagus. Dan akhirnya sebelum aku masuk ke SLB, aku mengikuti pelatihan wicara di Santi Rama, yang pada akhirannya aku bersekolah di SLB/B Pangudi Luhur selama tiga tahun.
Di hari pertama aku bersekolah, aku memakai alat bantu dengar karena aku melihat teman-temanku juga memakai alat bantu dengar (pengaruh conformity nih, wuih ilmu psikologinya ternyata sudah ada dari dulu, hanya baru terpikirkan. Ternyata aku terpengaruh dengan teman-teman yang lain untuk memakai alat bantu dengar itu). Aku sudah mempunyai alat bantu dengar pada usia dua tahun. Namun orangtuaku bingung , juga ada penolakan dari aku, karena aku tidak mau memakai alat bantu dengar.

Dari pembicaraan antar aku dengan orangtuaku, aku mengetahui bahwa ketika di hari pertama aku bersekolah, ternyata para orangtua yang memiliki anak yang tunarungu diharuskan mengikuti "sekolah singkat selama tiga bulan". Sekolah? Ya sekolah, pemimpin SLB yang biasa dipanggil Bruder, mengajarkan kepada para orangtua termasuk mamaku, bagaimana cara melatih anak tunarungu.  Aku berterima kasih pada mamaku yang telah rajin masuk selama tiga bulan demi kebaikan, dan masa depanku. Kudapati dari cerita mamaku bahwa banyak orang tua yang tidak rajin ataupun telaten mengikuti kelas singkat selama tiga bulan itu.
Mama melatih aku dengan sabar, tak henti-hentinya mama mengingatkan agar aku berbicara dengan baik.

Setelah aku tiga tahun di SLB/B TK Pangudi Luhur, aku direkomendasikan oleh Bruder Bambang untuk mengikuti pendidikan di sekolah normal.

aku sudahi dulu ya tulisan ini, nanti disambung lagi ^^

duniaku sepi sejak lahir
duniaku sama dengan dunia kalian
hanya saja ada hal berbeda,
aku adalah gadis tunarungu
dan kalian adalah orang yang normal


Jawaban

Monday, 25-2-2013

Jawaban...
Aku menulis judul "Jawaban" karena aku merasa setelah aku mengikuti kegiatan perkuliahan di Fakultas Psikologi yang tercinta (#Lebay hahaha :p) , aku kadang-kadang bisa menemukan jawaban itu sendiri tanpa aku curhat dengan orang lain.

Bahkan kadang aku menyadari bahwa aku bisa begini, bisa begitu setelah mempelajari beberapa teori-teori yang dipelajari di mata kuliah Psikologi Sosial.
It's interesting that i can found the answer by myself ! :)

jawaban itu bisa simpel
jawaban itu bisa rumit
kadang tidak bisa diselesaikan
jawaban itu ajaib
dan kadang, jawaban itu adalah sebuah misteri 

 

Another Day of "Galau"

di hari ini tanggal 25 Februari 2013, aku galau luar biasa.
Galau... Ya aku galau.
galau tentang laki-laki. 
aku malah tidak begitu galau bagaimana hasil ujian psisosku tadi..
Bodoh ya?
masalah laki-laki sering saja membuatku galau,galau,galau dan galau.

Sudah berapa harian ini aku galau karena masalah itu. Sungguh aku tak mengerti, mengapa seringkali logikaku kalah oleh perasaan yang lebih dominan. Dan lagi-lagi aku tidak kapok dengan namanya bertepuk sebelah tangan, ataupun sakit hati yang berulang. Kenapa bisa begitu? Aku menyadari bahwa kebutuhanku untuk disukai, juga dicintai itu besar. Aku bisa menyukai orang lain, namun aku belum pernah sampai pada taraf mencintai. Sedih sekali ya.

Tapi dari hal inilah aku melihat sisi lain, bahwa...
Apakah aku sengaja untuk disiapkan supaya aku lebih bisa mengontrol perasaanku sendiri? Dan juga menyadarkan aku bahwa sekarang belum waktunya... Ya ampun, lalu kapan waktu yang tepat untuk bisa mempunyai seorang laki-laki yang benar-benar mencintaiku dengan segala kekuranganku yang kupunya??
Atau IA menjagaku dari rasa sakit hati yang luar biasa menyakitkan. Apakah sebaiknya aku tidak usah memikirkan masalah siapa laki-laki itu?Ya, mungkin memang lebih baik aku berteman dulu...
Tapi.... Sampai kapan ? 

pertanyaannya : Till when? :(
Ya, aku hanya bisa bersabar, berusaha berpikir terus bahwa apa yang aku alami ini adalah perasaan sesaat. Dan itu juga menyadarkanku, bahwa hanya SEORANG lah yang benar-benar mencintaiku seutuhnya. Dia adalah.... Tuhan Yesus. 
Aku sudah silih berganti suka kepada beberapa laki-laki, dan, ujung-ujungnya aku merasa tertolak, bertepuk sebelah tangan. Tapi... Aku tak pernah kapok akan efek itu walau hal itu memang agak menyakitkan. Aku juga belajar untuk bisa berlapang dada ketika seseorang itu ternyata tidak menyimpan perasaan yang khusus.

ya , aku hanyalah bibit dandellion yang begitu mudahnya terbang terbawa angin

Sabtu, 19 Januari 2013

Automatic Thinking dan Controlled Thinking

Mengapa diberikan judul Autonomic thinking dan Controlled Thinking? Mengapa bukan judul yang lain saja? Ya, aku memilih kata kata itu untuk merefleksikan apa yang telah kuperbuat.
Topik ini baru saja aku dapatkan di perkuliahan yang diadakan Kamis, 17 Januari 2013.

Sebenarnya banyak sekali yang mau dikaitkan dengan konsep autonomic thinking dan controlled thinking,  tetapi aku tidak mau membuat si pembaca blog aku ini menjadi bingung, sebenarnya apa yang mau diceritakan. Dan aku membatasi hanya pada kejadian yang baru kualami beberapa hari yang lalu. :)


Dua pemikiran ini sudah tentu sering dilakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Kapan harus berpikir autonomic, dan kapan pula harus berpikir controlled.  Hal itu baru aku ketahui istilahnya sejak mengikuti perkuliahan Kamis kemarin :) . Autonomic Thinking adalah proses berpikir yang umumnya terjadi sangat cepat dan tidak membutuhkan banyak effort. Sementara controlled thinking adalah proses berpikir yang membutuhkan banyak effort serta telah dipikirkan dengan hati-hati.

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata yang baru dialami beberapa hari yang lalu! >_<

Beberapa hari yang lalu, disaat aku ingin menemui seseorang, aku berpikir untuk langsung menemuinya, tetapi ketika sudah sampai, aku berpikir ulang " ketemu atau tidak"berulang kali. Sampai aku memutuskan untuk tidak bertemu, tetapi karena perasaan tidak bertemu dengan ia membuatku sesak, akhirnya aku menemui ia. :$  Dulu, sebelum pertemuan terakhir itu, aku ingin meminta untuk dipeluk olehnya, namun keinginan itu tidak bisa terlontar dari mulutku (sangat malu memang untuk kuceritakan di sini, namun dari cerita ini, aku hanya ingin merefleksikan kembali apa yang telah terjadi)

Sebelum menemui ia, terjadi proses autonomic thinking pada diriku, tetapi sebelum benar-benar menemui ia, ada sisi lain dari pikiran yang menahanku. Sisi lain pikiran (controlled thinking) itulah yang menahanku, dan membuatku berpikir berulang kali. Dan, anda bisa menebaknya, sama seperti apa yang telah diceritakan di atas.

Kalau aku melakukan autonomic thinking  bisa jadi ada beberapa kemungkinan yang muncul seperti : dia tetap mau menerima untuk meladeniku ngobrol walau aku telah bersikap lancang atau dia mengambil jarak, karena kelancanganku untuk meminta dipeluk, atau kemungkinan terburuk, dia tidak mau berbicara lagi denganku.

Sementara kalau aku melakukan controlled thinking, aku lihat, banyak keuntungan yang bisa aku peroleh seperti : aku masih bisa tetap mengobrol dengannya, dan tentu saja setelah ia mengizinkan, karena aku bertanya padanya, perihal bolehkah aku datang untuk mengobrol kalau sedang senggang? Setelah dilihat-lihat, aku tidak menyesal walau keinginan itu tak bisa terucapkan, karena aku masih bisa mengobrol dengannya . :"D
Jika aku melakukan autonomic thinking, mungkin efeknya bisa dibilang lebih parah, kalau aku tidak memikirkan apa konsekuensi dari setiap perbuatanku.

Selesai sudah masa-masa untuk mereflektifkan diri sendiri. Tidak selalu autonomic thinking lebih bagus. vice versa. Keduanya hanya diterapkan berdasarkan situasi dan kondisi yang berbeda pula. Aku harap, anda tahu bagaimana situasi dan kondisi yang menuntut automatic thinking ataupun controlled thinking :)


Kebingungan

Hai semua :)
berikut ini adalah apa yang ada di hatiku, dan jujur saja aku bingung mau memberi judul apa :(
Dan aku tidak tahu juga ini puisi atau apa? #randomsekalidiriku
Dan setelah aku menulis pun, perasaanku masih belum terlalu lega. Berapa banyak yang harus kutulis? Aku bingung dengan diriku sendiri. Kepada siapa lagi aku bisa menceritakan semua ini kalau bukan kepada blog yang selalu tersedia untuk mendengarkan unek-unek ku? Aku ingin bercerita kepada mamaku, tetapi aku masih belum mempunyai keberanian.

Aku dipilih dan kau bertanya padaku, "apakah kamu mampu dan mau menjalani tugas ini?" 
Aku hanya menatapmu dengan mata yang penuh keraguan di dalam diriku
Namun kau percaya aku mampu melakukannya.
Dan benar, aku memang mampu untuk menjalaninya.
Sampai ketika masaku untuk menjalani tugas yang kau embankan telah selesai, aku tidak berhenti untuk tetap berkomunikasi denganmu.
Dan aku berterima kasih, karena kau masih mau meladeniku hanya untuk mengobrol
Walau bagi yang lain kau sudah tidak ada apa-apa lagi, tetapi bagiku tidak. 
Karena aku tahu, mungkin saja kita bisa bertemu lagi di waktu yang berbeda, dan mungkin mereka tidak menyadari hal itu.

Jumat, 18 Januari 2013

Interaksi

Lembaran ini merupakan opini aku dalam hal berinteraksi atau mengobrol :)
:)

Berinteraksi dengan orang itu sungguh menyenangkan. Apalagi dengan orang yang disukai. Dari interaksi itulah, aku mengetahui sisi yang tidak diketahui orang lain. Aku merasa semakin ingin menggali , menggali dan menggali. Dari situlah aku mendapatkan bagaimana persepsiku mulai berubah tentang dia. Dia juga menasihati agar aku tidak mengikuti contoh yang tidak patut ditiru.

Entah kenapa, berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua beberapa tahun dariku, mau jauh atau dekat pun pasti lebih nyaman ke pada mereka. Atau saja, hanya perasaanku sendiri? Tetapi memang betul aku merasa nyaman mengobrol ataupun curhat dengan orang yang beberapa tahun lebih tua, dan tergantung juga situasinya, seperti seberapa dekatnya aku dengan orang itu.

Semakin banyak berinteraksi, semakin banyak hal yang diketahui dan dipelajari. Namun bagaimana keadaannya jika kegiatan berinteraksi itu dengan orang yang disukai? Kegiatan interaksi itu akan menimbulkan jawaban yang berbeda. Ya , berbeda, karena aku sudah mengalaminya sendiri.
Kegiatan berinteraksi itu menimbulkan perasaan senang, serta adiktif. Mengapa adiktif? Setelah mengobrol dengan dia, ada "perasaan lain" yang timbul, seperti ingin mengobrol dengan dia setiap hari, minimal ada tatap muka. Dan pada akhirnya aku kalah dengan perasaanku sendiri, hal itulah yang membawaku untuk berani mengobrol dengan dia.

apakah aku ada rasa dengan dia?
ah, mungkin saja.
Pada akhirnya, dia akan tahu sendiri mengapa aku sering mencarinya untuk mendengarkan cerita-ceritaku ataupun hanya untuk mengobrol dengannya,tapi tidak tahu juga deh.

Kamis, 17 Januari 2013

Hari Ini

di tanggal 17 Januari 2013 ini,
aku mendapatkan kesan yang luar biasa!
mengapa? Karena aku baru pertama kali naik commuter line. Dan akhirnya aku tahu stasiun Rawabuntu itu dimana... (WOW)
Hahaha. Lho, berarti sudah perah naik kereta ya? kalau boleh kujawab, jawabannya sudah, dan itupun hanya menggunakan kereta ekonomi, yang sudah gejlek gejlek gejlek, plus desak-desakan. Urgh.
Dan pertama kali ini pulalah aku menaiki commuter line di Indonesia. BAYANGIN LOH TINGGAL DI INDONESIA SUDAH BERAPA LAMA, TAPI BARU PERTAMA KALI NAIK COMMUTER LINE !! #norak abis. Hahaha :p
Di luar negeri sih pernah naik kereta, tapi keretanya juga sama-sama nyaman dengan kereta commuter line. Namun, keretanya tetep aja gejlek gejlek gejlek. hahaha  :p . Commuter line yang kunaiki tidak terlalu menimbulkan efek gejlek gejlek gejlek sekuat kereta ekonomi atau kereta yang kunaiki di luar negeri, cenderung halus malah! :) Serasa nyaris melayang #lebay. hahaha :D


Aku menaiki commuter line ini tidak sendirian, dia adalah seorang yang mempunyai wibawa dan kharisma nya sangat kuat. Dia sangat baik, dia membelikan aku tiket, dan ketika aku mau menggantinya, dia bilang "tidak usah, buat kamu saja". "Jangan khawatir" (sambil tersenyum) bahkan dia mau menjaga aku layaknya anaknya sendiri :") serta dia mau mengantarkanku ke depan rumah :') . Sangat baik malah, kharisma dan wibawanya .... Aku tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. (maaf aku tidak apat menyebutkan namanya , demi menjaga nama baiknya. ceileeehh bahasanyaa. hahaha :P)

Tetapi di balik aku bisa ikut pulang dengan dia, ada seseorang lagi yang membantuku. (maaf juga tidak bisa kusebutkan namanya, demi menjaga nama baiknya :)). Seseorang itu lah yang sering kujadikan tempat curhatku  belakangan ini. ^_^
Aku mengobrol dengan seseorang itu hampir 2 jam. Menyenangkan! Padahal awalnya, aku merasa sesak, karena semakin aku menahan untuk tidak mengobrol, semakin sesak dan galau. Dan akhirnya, aku memutuskan, sudahlah ngobrol saja. Benar saja, ketika sudah bertemu dan mengobrol dengan dia, perasaanku menjadi lebih lega. Setelah sudah lama mengobrol, kami mengobrol apa saja. Aku jadi tahu bagaimana kehidupannya sehari-hari. Dan setelah beberapa lama, seseorang itu mengingatkan agar aku pulang, mengingat keadaannya sedang tidak baik (baca: banjir). Kemudian seseorang itu yang membantuku. Seseorang itu kemudian menelepon dia, dan akhirnya aku diminta untuk menemui dia.

Terima kasih  (nah kan jadi bingung sendiri kalau tak menyebut nama >_< , tapi yah demi kerahasiaan tidak apalah . hehehe) Dia dan Seseorang! Aku jadi melihat bahwa kalian masih mempunyai hati yang peduli.
Terima kasih, terima kasih dan terima kasih.

Sabtu, 12 Januari 2013

Aku dan dirinya

Aku hanyalah seorang perempuan
dan kusadari, diriku mulai sering mencari Dia
Dia? Dia adalah seseorang...
Ya, seseorang yang memberikan pengaruh yang sangat banyak.
Dia mempunyai karakter papa
Aku merasa percaya dengan Dia...
Dia memberikan jawaban yang logis...

Dia mempunyai kelebihan, Dia adalah orang yang baik dan peduli
walau terkadang Dia membuatku greget, namun Dialah juga yang mengajarkan banyak hal
Dia yang selalu percaya padaku
Dia mau meladeniku, Dia mau menyisihkan waktunya hanya untuk berbicara..
Terima kasih...
mungkin aku tidak bisa melupakanmu begitu saja...

Curhat ngak jelas

Semakin ditahan perasaan, semakin menggebu, dan itu membuat diriku semakin ingin bertemu dengannya, apalagi aksesnya mudah. Jika aksesnya sulit, itu akan membuatku hilang sesuatu...

Dan hari ini, aku bersyukur sudah dapat melihat wajahnya. Walau ia sempat kaget, karena aku memanggilnya, padahal suaraku tidak terlalu kencang, yah tapi bisa dimaklumkan, karena keadaan saat itu sepi dan ia sedang fokus terhadap sesuatu...
dan ketika mengobrol dengan ia, aku merasa senang sekali... walaupun hanya mengobrol 20 menit, tetap saja aku merasa senang juga melepas rindu setelah melihat wajahnya dan mendengar suaranya.

Ia mempunyai sisi 'ayah' yang membuatku merasa nyaman dengannya. Aku tidak tahu apakah rasa suka ku ini wajar? padahal ia jauh lebih tua beberapa tahun, dan dia sudah menikah!
Tapi yah, walau di dalam benak ku, aku ingin sekali memeluk dia dan meminta perizinan untuk boleh memeluknya, namun hal itu tidak keluar.
Aku ingin ngomong, namun ada yang menahanku...
mungkin memang tidak seharusnya terjadi....

lagi(?)

Lagi ?
Aku merasa ada yang hilang lagi (?)
Mungkin aku tidak akan pernah bisa menyampaikan perasaanku kepadamu, karena setelah aku mengetahui cewek yang disukainya dan tipe cewek yang dia suka...
Hilang sudah harapanku
Mengharapmu untuk kembali, namun itu tidak mungkin...
Mungkinkah aku akan menyimpan perasaan perasaan kepada orang yang sempat kusukai
Berapa banyak orang yang berhasil merebut hatiku tapi aku tidak pernah bisa menyampaikannya.

Kenapa?
Ya , karena aku tahu, dengan mengutarakan, justru mereka akan membangun tembok, dan hubungan kita akan menjadi kaku.
Biarlah seperti ini saja memendam di hati, namun ingat bahwa kita pernah dekat walau tidak ke arah yang lebih jauh.

Orang yang kusukai telah di benua lain yang terpisah.
Mengertikah anda ? Bahwa aku menyukai orang yang berbeda?

Aku ingin, tapi aku tidak dapat...
Hati ini hanya bisa merelakan semuanya.