Galau... Ya aku galau.
galau tentang laki-laki.
aku malah tidak begitu galau bagaimana hasil ujian psisosku tadi..
Bodoh ya?
masalah laki-laki sering saja membuatku galau,galau,galau dan galau.
Sudah berapa harian ini aku galau karena masalah itu. Sungguh aku tak mengerti, mengapa seringkali logikaku kalah oleh perasaan yang lebih dominan. Dan lagi-lagi aku tidak kapok dengan namanya bertepuk sebelah tangan, ataupun sakit hati yang berulang. Kenapa bisa begitu? Aku menyadari bahwa kebutuhanku untuk disukai, juga dicintai itu besar. Aku bisa menyukai orang lain, namun aku belum pernah sampai pada taraf mencintai. Sedih sekali ya.
Tapi dari hal inilah aku melihat sisi lain, bahwa...
Apakah aku sengaja untuk disiapkan supaya aku lebih bisa mengontrol perasaanku sendiri? Dan juga menyadarkan aku bahwa sekarang belum waktunya... Ya ampun, lalu kapan waktu yang tepat untuk bisa mempunyai seorang laki-laki yang benar-benar mencintaiku dengan segala kekuranganku yang kupunya??
Atau IA menjagaku dari rasa sakit hati yang luar biasa menyakitkan. Apakah sebaiknya aku tidak usah memikirkan masalah siapa laki-laki itu?Ya, mungkin memang lebih baik aku berteman dulu...
Atau IA menjagaku dari rasa sakit hati yang luar biasa menyakitkan. Apakah sebaiknya aku tidak usah memikirkan masalah siapa laki-laki itu?Ya, mungkin memang lebih baik aku berteman dulu...
Tapi.... Sampai kapan ?
pertanyaannya : Till when? :(
Ya, aku hanya bisa bersabar, berusaha berpikir terus bahwa apa yang aku alami ini adalah perasaan sesaat. Dan itu juga menyadarkanku, bahwa hanya SEORANG lah yang benar-benar mencintaiku seutuhnya. Dia adalah.... Tuhan Yesus.
Aku sudah silih berganti suka kepada beberapa laki-laki, dan, ujung-ujungnya aku merasa tertolak, bertepuk sebelah tangan. Tapi... Aku tak pernah kapok akan efek itu walau hal itu memang agak menyakitkan. Aku juga belajar untuk bisa berlapang dada ketika seseorang itu ternyata tidak menyimpan perasaan yang khusus.
ya , aku hanyalah bibit dandellion yang begitu mudahnya terbang terbawa angin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar