Lembaran ini merupakan opini aku dalam hal berinteraksi atau mengobrol :)
:)
Berinteraksi dengan orang itu sungguh menyenangkan. Apalagi dengan orang yang disukai. Dari interaksi itulah, aku mengetahui sisi yang tidak diketahui orang lain. Aku merasa semakin ingin menggali , menggali dan menggali. Dari situlah aku mendapatkan bagaimana persepsiku mulai berubah tentang dia. Dia juga menasihati agar aku tidak mengikuti contoh yang tidak patut ditiru.
Entah kenapa, berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua beberapa tahun dariku, mau jauh atau dekat pun pasti lebih nyaman ke pada mereka. Atau saja, hanya perasaanku sendiri? Tetapi memang betul aku merasa nyaman mengobrol ataupun curhat dengan orang yang beberapa tahun lebih tua, dan tergantung juga situasinya, seperti seberapa dekatnya aku dengan orang itu.
Semakin banyak berinteraksi, semakin banyak hal yang diketahui dan dipelajari. Namun bagaimana keadaannya jika kegiatan berinteraksi itu dengan orang yang disukai? Kegiatan interaksi itu akan menimbulkan jawaban yang berbeda. Ya , berbeda, karena aku sudah mengalaminya sendiri.
Kegiatan berinteraksi itu menimbulkan perasaan senang, serta adiktif. Mengapa adiktif? Setelah mengobrol dengan dia, ada "perasaan lain" yang timbul, seperti ingin mengobrol dengan dia setiap hari, minimal ada tatap muka. Dan pada akhirnya aku kalah dengan perasaanku sendiri, hal itulah yang membawaku untuk berani mengobrol dengan dia.
apakah aku ada rasa dengan dia?
ah, mungkin saja.
Pada akhirnya, dia akan tahu sendiri mengapa aku sering mencarinya untuk mendengarkan cerita-ceritaku ataupun hanya untuk mengobrol dengannya,tapi tidak tahu juga deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar