Senin, 04 November 2013

Sebelum aku beranjak tidur kemarin, tanggal 3 November 2013, aku mengobrol dan bercanda dengannya, namun ternyata aku salah ngomong.  Ya, a-k-u t-e-l-a-h m-e-m-b-u-a-t k-e-s-a-l-a-h-a-n f-a-t-a-l. Aku tahu seharusnya aku tidak berbicara seperti itu. Begitu tahu dia ngambek denganku, aku merasa sangat sedih, takut dia tidak mau berbicara denganku dan aku takut pula jarak yang sudah tercipta ini merenggang. I'm really sorry. 

Tak lama kemudian dia merespon. Syukurlah.
(aku masih dalam perasaan yang bersalah)
Kesedihan itu memang agak berkurang dengan responnya. Ternyata, kesedihan itu telah masuk ke dalam alam bawah sadarku. Mimpi yang muncul bersuasana sendu. Sangat sendu.
Aku tidak ingat cerita dari mimpi itu. Aku hanya bisa mengingat perasaan mimpi itu, sangat sendu.

Ternyata, keadaan mood seseorang sebelum tidur itu dapat mempengaruhi perasaan di dalam mimpi, bahkan bisa mempengaruhi mood pada waktu bangun tidur. Aku terbangun dengan perasaan yang sedih pula. 

===========================================================
Aku mengikuti kuliah dengan perasaan tidak nyaman. Aku bertekad, aku harus meminta maaf dengan langsung.
Syukurlah, aku bisa menemuinya di saat waktuku jeda.
Aku memanggilnya dan aku meminta maaf. 
Dan dia mau memaafkanku :") 
Terima kasih! 

===========================================================
sisa hariku ini dilewati dengan penuh perjuangan
ya, penuh perjuangan
aku harus menahan
menahan semua yang ada di hati
padahal aku ingin menunjukkan perasaanku saat kini kepadamu
aku hanya ingin kau tahu

aku tahu kalau kita masing-masing mempunyai kesibukan tersendiri
sambil mengerjakan tugaspun, aku masih terbayang dirimu
aku mengalami halusinasi
halusinasi, bahwa ada pesan yang masuk dari dirimu...
dan, aku tersadar kalau yang baru kualami adalah halusinasi sesaat.
ah, see 
bagaimana diriku menrindukanmu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar