(jangan bingung kenapa karya dibawah ini seperti mengobrol dengan diri sendiri yang lain, dan juga jangan menganggap aku gila hehe. :p )
Mungkin ada satu atau beberapa darimu yang merasa dirimu serupa denganku? ;) hehe
Selamat membaca ..
Siapa yang kamu lihat di cermin?
Aku hanya melihat wajahku.
Wajah yang sangat biasa saja.
Wajah yang sangat oriental.
Aku tidak begitu senang dengan keadaan diriku.
Tapi begitulah wajahmu!
Dan walau keadaanmu begini, tetap saja kamu tidak bisa menolak kan?
Kamu tahu? Kamu berkata seperti itu, sejujurnya telah menyakiti dirmu sendiri.
Iya, aku memang tidak bisa menolaknya.
Tapi , bagaimana?
Kenapa begitu?
Kamu itu terlalu pesimis.
Dengan mudahnya kamu menjatuhkan aku dengan segala perkataanmu.
Dari perkataanmu yang selalu bernada negatif, secara tidak sadar mempengaruhi perilaku dan tingkah lakumu di kehidupan sehari-hari.
Lalu, kenapa?
Perkataanmu sangat menghancurkan aku.
Aku masih bagian dari kamu juga!
Aku bagian dari kamu?
Apa buktinya?
IYA! AKU MASIH BAGIAN DARI DIRIMU!
Lihatlah kembali di cermin itu, siapa yang kamu lihat?
Wajahmu , wajahku juga.
Aku adalah kamu.
Itu memang betul, aku memang melihat wajahku sendiri...
Walau kamu punya kekurangan, tapi jangan lupa kalau kamu punya kelebihan.
Setiap manusia ada plus dan minusnya termasuk dirimu.
Oke...
Aku tahu aku memang salah berkata seperti ini.
Aku berkata seperti ini malah hanya semakin menghancurkan kamu, bagian dari diriku.
Aku minta maaf, jika sampai sekarang ,
aku belum memberikan yang terbaik untukmu.
Aku minta maaf, kalau aku terlalu lembek dengan kamu,
sehingga aku dan kamu menderita di tengah kerasnya dunia.
Aku merasa tidak layak lagi di dunia.
Jangan berkata seperti itu.
Terkadang, aku takut untuk bersaing di tengah kerasnya dunia.
Tapi, tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain keras dengan aku dan kamu.
Kamu boleh keras terhadap dirimu, tapi jangan berlebihan.
Semua ada porsinya.
Sampai saat ini, aku merasa aku belum berusaha dengan maksimal.
Aku tahu kamu pasti bisa.
Hanya saja, jangan menghancurkan dirimu dengan perkataan yang selalu pesimis.
BE OPTIMISM !! OPTIMISLAH!
Pasti akan sangat berbeda,
ketika kamu melihat semua dari kacamata yang positif.
Kamu akan lebih tangguh menghadapi banyaknya dengan tantangan.
Hidup itu terlalu sayang untuk diisi dengan hal yang negatif.
Ayo maksimalkan dirimu!
Terima kasih diriku,
Sudah mengingatkanku.
Aku merasa kamu betul.
Aku merasa mampu melewati semua ini.
Selain itu, bukan hanya sikap optimismu yang membantumu,
namun ada beberapa orang jugalah yang turut berperan.
Mereka adalah orangtuamu. Mereka selalu memberimu support.
Terlebih lagi,
Sang Penciptamu, Yesus.
Dia tidak pernah meninggalkanmu.
Yesus selalu ada untuk kita.
Bersyukurlah selalu!
Ah ya. Kamu betul.
Kenapa aku bisa melupakan mereka.
Aku sadar, aku tidak akan bisa jadi diriku yang sekarang tanpa mereka,
serta dari Kasih-Nya yang selalu menyertaiku dalam keadaan apapun.
Aku mau untuk selalu mengucap syukur apapun keadaannya.
Perlahan aku sadar,
aku lahir ke dunia dengan keadaan seperti ini,
mungkin ada hal lain yang ingin Ia ajarkan padaku.
Dan juga Ia ingin menunjukkanku, akan suatu hal.
Tetaplah berpikir positif,
Bersyukurlah selalu dalam keadaan apapun.
Betul perkataanmu,
dan semua akan indah pada waktu-Nya.
Dan juga, jangan melupakan orang-orang
yang secara tidak langsung telah membina rohanimu.
Terima kasih !
Aku tidak sadar,
bahwa mereka turut mempunyai andil di sepanjang perjalananku.
Tetaplah optimis, dan jangan pernah menyerah.
Kamu bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar