Happy reading! :)
Kepada pembaca yang terkasih, sering mendengar kata presentasi? Saya yakin pembaca sudah sering mendengar kata tersebut, bukan hanya sering mendengar, melainkan mempraktikkannya. Kata "presentasi" ini berada di berbagai lingkup, tidak hanya dunia perkuliahan saja tetapi berbagai jenjang, baik SD,SMP, dan SMA, walaupun jumlah presentasi di jenjang SD-SMA tersebut terbilang jarang dibandingkan dunia perkuliahan. Pembaca juga jangan melupakan, bahwa presentasi tidak hanya di ranah dunia pendidikan, tetapi presentasi ini juga berada di ranah pekerjaan.
NB: ketika menulis blog tentang ini, saya sedang duduk di bangku perkuliahan semester 5.
Siapa yang hatinya merasa keder ketika tiba waktu bagi dirinya untuk mempresentasikan hasil/ laporan/ karya pribadi maupun individu? Setiap orang mempunyai kecemasan dan ketakutannya sendiri, ada orang yang dapat mengatasi kecemasan dan ketakutannya dengan cara berlatih terus menerus. Adapula orang yang walaupun sudah berlatih, masih terdapat demam panggung. Jujur saja, saya ini sebenarnya tidak takut untuk presentasi, tetapi lebih ke arah tidak suka melakukannya. Suka atau tidak, mau lancar atau tidak, pada akhirnya saya akan terus melakukan yang namanya presentasi.
Presentasi dapat dilakukan secara individu ataupun berkelompok. Umumnya presentasi di ranah pendidikan sering dilakukan secara berkelompok, namun ada kalanya presentasi dilakukan secara individual. Berdasarkan hasil pengamatan, presentasi yang dilakukan di ranah pekerjaan, dilakukan secara individual. Begitu besar perbedaannya.
Sering kali saya berangan-angan, saya dapat membawakan sebuah atau dua buah ataupun beberapa presentasi dengan lancar, tanpa terbata-bata. Saya benci dengan diri saya yang harus terbata-bata. Saya juga menyadari bahwa diri saya lemah di bidang yang membutuhkan keterampilan menjelaskan dan berbicara di depan umum dengan lancar. Kalau boleh memilih, saya ingin jadi observer saja, bagi saya, menjadi observer jauh lebih dapat saya lakukan lebih lancar dibandingkan ketika saya harus berbicara di depan orang banyak.
Selama saya masih hidup, kemungkinan keharusan untuk melakukan presentasi akan selalu ada dan saya tahu bahwa saya tak bisa menghindari hal tersebut, walaupun saya ingin menghindarinya atau tidak melakukan presentasi. Saya juga lebih memilih menjelaskan kepada beberapa orang atau maksimalnya 10 orang, lebih dari itu, saya seringkali kehilangan kontrol untuk mengendalikan kegugupan diri saya yang muncul, dan hal ini tersebut juga mengajarkan secara tidak langsung, cara mengendalikan diri selama presentasi. Saya mendapati bahwa jika saya gugup, saya selalu berusaha menyadari kalau saya gugup dan mengatur nafas saya agar saya dapat berbicara dengan wajar.
Tulisan ini hanyalah sebagai penunjuk bagi diri saya, untuk mengenali diri saya lebih jauh, dan sebagai pacuan agar saya bisa melakukan presentasi dengan baik dengan segala keterbatasan saya.
Terima kasih pembaca yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini, semoga dari tulisanku bisa memberikan inspirasi bagi pembaca semua :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar