Selesai sudah perdebatan antara pikiran dan batin. Aku merasa lumayan lega setelah membicarakan hal ini dengan mamaku. Beliau juga sangat terbuka dan mau memberikan pendapat-pendapatnya.
Perdebatan ini sudah berlangsung dengan lama. Perdebatan ini dimulai dari semester satu hingga sekarang. Aku berharap perdebatan ini tidak berlanjut sekian lama, tetapi aku tidak tahu apakah perdebatan ini dapat selesai begitu saja, karena aku merasa setelah berdiskusi pun, aku merasa tidak puas. Aku ingin mencari lebih jauh lagi dari teman-temanku maupun dengan orang lain.
Pembaca yang terkasih, perdebatan ini mengenai sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh lawan jenis dan sikap-sikap yang boleh dilakukan maupun tidak boleh dilakukan dalam konteks berteman atau bersahabat. Pembaca yang terkasih, bukan maksudku untuk menyinggung pembaca yang merasa pernah melakukan hal serupa, namun ini lebih merupakan suara hati yang telah terpendam selama 2 tahun lebih. Aku hanya berharap masalah ini bisa selesai dengan segera. Pembaca dapat memberikan komentar pada tulisan ini, segala komentar akan diterima dengan senang hati, karena tujuan bagi aku adalah untuk menambah pengetahuan ataupun jika pembaca tertarik untuk membahasnya, dengan senang hati aku membuka diri pada pembaca.
Silahkan membaca :)
Aku besar di keluarga yang menekankan untuk tetap pada norma. Walaupun tidak 100% mematuhi norma yang ada, aku merasa aku agak terkungkung di dalam ajaran-ajaran untuk tunduk pada norma yang ada. Kalau 100% mematuhi norma, sudah dapat dipastikan, aku hanyalah manusia robot. Aku tidak mau menjadi manusia robot. Aku pikir, sesekali manusia perlu membuat kesalahan, kesalahan yang dapat mengajarkan manusia untuk lebih bijaksana dan dewasa. Kesalahan akan selalu terjadi di sepanjang hidup manusia, bentuknya bisa sama maupun berbeda, hanya saja yang membedakannya adalah cara manusia ketika menghadapi kesalahan itu.
Nah, langsung saja ke topik yang ingin aku bahas. ^^
Pembaca telah mengetahui bahwa aku besar di keluarga yang hampir seluruhnya selalu mematuhi norma yang ada dan mengalami perdebatan. Pembaca yang terkasih, awalnya perdebatan ini terjadi ketika aku duduk di semester satu. Beberapa bulan setelah duduk di semester satu, sebut saja dia A, si A ini sering sekali menggelitiki aku dan juga beberapa temanku yang perempuan. Tidak hanya digelitiki, beberapa kali si A ini sering merangkulku, bukan hanya merangkul aku saja, tetapi merangkul beberapa teman perempuan yang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar