Senin, 30 November 2015

Bersabar

Sabar. How many times i heard that word.
Kata itu yang membuatku tertampar berkali-kali pula. Berkali-kali pula tidak kapok untuk mencoba hal yang sama, walaupun tahu hal tersebut tidak akan berhasil. Kali ini aku berusaha untuk mendengarkan kata hati untuk bersabar. Bingung ya? Dalam hal apa dulu perlu bersabar? Sebelum kulanjutkan, aku ingin mengatakan bahwa bersabarlah terhadap segala keadaan yang sedang dialami. Kisah yang kutulis ini adalah sabar dalam hal menginginkan pasangan :")

Pernah mengalami keadaan sulit? Semua pasti pernah. Keadaan sulit yang dialami oleh orang-orang pasti berbeda. Hanya saja tingkat sabar setiap orang juga berbeda. Ada yang bisa tahan dan bersabar, tidak panik, tetap berusaha sampai keadaan sulit tersebut selesai dan bisa terlewatkan, atau bahkan masih ada yang masih berjalan keadaan sulitnya, namun ia masih mau bersabar sampai ia mendapatkan jawabannya.
Ada pula yang tidak sabar, panik mencari segala cara agar keinginannya tercapai, dan apa hasil yang didapat? Ada beberapa jawaban seperti, mungkin dia berhasil mencapai keinginannya, tetapi tidak berjalan dengan mulus serta ketahanannya tidak terasah. Atau bisa saja dia tidak berhasil mencapai keinginannya, malah menimbulkan masalah baru. Hal tersebut bisa berlaku sama dalam hal ingin mendapatkan pasangan.

Keinginan untuk mendapatkan pasangan tentunya menjadi idaman setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan. Pasangan yang diinginkan oleh setiap individu berbeda-beda. Begitupula dengan diriku. Aku juga tidak menolak bahwa akupun juga mempunyai keinginan tersebut. Beberapa kali berusaha menjalin hubungan dengan lawan jenis, dapat dilihat bahwa kesemuanya tidak berjalan dengan mulus.

Sering di dalam proses tersebut, aku merasa tidak sabar khususnya ketika mulai menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, hasilnya? Aku tidak mendapatkan apa yang kuinginkan. Lama kelamaan aku menyadari bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mempunyai pasangan. Kenapa? Di lihat dari segi emosional, aku masih belum cukup stabil. Sampai sekarang ini, aku masih berusaha untuk mengingatkan diriku sendiri saat keinginan "duh aku pengen sama dia, pengen deket sama dia." Pengen pengen pengen yang tidak ada habisnya. Di saat keinginan tersebut muncul, aku menyadarkan diriku dengan " Tuhan berikanlah aku hati yang sepertiMu. Penuhi aku dengan cinta dan kasihMu sebelum aku bisa mencintai laki-laki yang akan menjadi pasangan hidup. Berikan aku kekuatan untuk menjalani semua ini. Berikan aku hikmatMu." Kelihatan klise, tetapi kata-kata itu cukup menyadarkan diri sendiri yang sedang terbang di khayalan.

Dalam proses menyadarkan diri sendiri untuk selalu berpijak dengan tanah, bukanlah hal yang mudah. Ya, aku mengakui bahwa hal tersebut sangat sulit, tetapi, dengan bantuanNya, semua itu dapat dilalui. Dapat dilalui, walaupun prosesku berjalan dengan lambat. Dari hal inilah, aku belajar untuk bersabar, tidak memaksakan kehendak, belajar untuk menerima kenyataan (ikhlas), dan mendoakan orang tersebut.

Tidak hanya bersabar, tetapi juga ku selalu diingatkan bahwa tidak ada kebetulan di dalam tangan Tuhan. Ada dua orang selama aku menjalani KKP (Kuliah Kerja Praktek) yang selalu mengingatkan untuk selalu dekat dengan Tuhan, beberapa kali pula aku menemui ayat ataupun cerita inspirasi yang intinya adalah bersabar, dan percayalah akan rencana Tuhan, rencana Tuhan selalu tepat waktu.

30/11/2015
Ditulis saat sedang mengagumi dan ingin seseorang tersebut menjadi pasangan hidup, tetapi rasanya sekarang bukan waktu yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar